sila klik

BOIKOT!!!

BOIKOT!!!

Jangan Kita Lupa
Memaparkan catatan dengan label al qaeda. Papar semua catatan
Memaparkan catatan dengan label al qaeda. Papar semua catatan

Khamis, 15 November 2012

Israel,Tunggu Balasan Kami:HAMAS


Syahidnya ketua gerakan Hamas, Ahmed Said Khalil al-Jabari oleh serangan Israel, Rabu (14/11) membuat anggota Hamas dan ribuan penduduk Gaza geram.

Dipetik dari BBC News, Sabtu (15/11), jurucakap Hamas mengatakan Israel akan menyesal kerana melakukan serangan (pembunuhan al-Jabari).

Tidak hanya ancaman Hamas, ribuan penduduk Gaza juga menyuarakan pembalasan terhadap Israel di luar tempat jenazah al-Jabari di (Hospital) berada.

"Kami mahu supaya Tel Aviv, Israel diserang malam ini," kata mereka seperti dilaporkan AFP.

Al-Jabari adalah anggota Hamas yang paling senior yang tewas akibat serangan udara dan laut oleh kekuatan pertahanan Israel atau Israel Defence Forces (IDF) di Gaza, Rabu (14/11) waktu setempat lalu.

Tidak hanya al-Jabari, tokoh pengasas gerakan Hamas, Sheikh Ahmed Yassin juga tewas dalam serangan sama tahun 2004 lalu.

Penduduk Gaza juga disarankan untuk menderma darah,bagi bersedia kemungkinan untuk menampung mujahidin-mujahidin yang cedera nanti.

Pertempuran yang bakal bertempur bukan saja Israel harus berdepan dengan HAMAS,tetapi Jihad Islami (al Qaeda) juga bakal turut serta.Dan diharapkan kerajaan Mesir yang baru lebih prihatin dengan nasib saudara kita di sana.

Selasa, 3 Januari 2012

Akhlaq Mujahidin Al-Qaida

Pertama kalinya anggota Al Qaeda keluar dari hutan, mereka sangat sopan dan memberikan salam. Mereka membawa senjata automatik meminta warga desa setempat yang awalnya merasa ketakutan apakah mereka diizinkan untuk mengambil air dari mata air. Sebelum pergi, mereka  menuruni tingkap pick up mereka dan memanggil anak-anak warga desa untuk memberi mereka coklat.


Hal itu terjadi 18 bulan lalu, dan sejak saat itu, para pria berjanggut seperti Syaikh Usama bin Laden kembali setiap minggu untuk mengambil air. Seperti biasa mereka datang dan pergi mereka bertukar salam, meminta izin dan berperilaku baik .

Selain coklat, mujahidin juga mengeluarkan wang. Jika seorang anak lahir, mereka memberikan bayi itu pakaian. Jika salah seorang sakit, mereka memberi  ubat, ketika ada seorang anak dirawat di hospital mereka menyediakan makanan dan mengambilkan ubat.

Mereka tidak berbahaya dan tidak melawan, mujahidin Al Qaeda telah menanamkan dirinya menjadi pribadi yang lunak di Afrika, memilih salah satu negara termiskin di Dunia. Warga setempat mengakui Al Qaeda telah membuat perlindungan di tanah terpencil dan memenangkan hati dan fikiran penduduk yang jarang dijelaskan secara rinci oleh penduduk yang sering berhubung langsung dengan mujahidin. Warga desa sepakat untuk menceritakan pertama kalinya melalui tim Associated Press di “Zona Merah” yang dianggap Barat sangat berbahaya untuk dikunjungi oleh orang-orang asing.

Para ahli keamanan mengatakan, dalam jangka lima tahun cabang kelompok jihad di Afrika terus berkembang. Dari markaz seperti yang ada di hutan sebelah utara di Mali, mujahidin al Qaeda di Islamic Maghreb (AQIM) telah masuk ke kalangan masyarakat temapatan, merekrut para pemuda untuk berjihad, menjalani pelatihan di kem-kem dan merancang serangan-serangan terhadap musuh.

Sebagai ibu perjuangan di Afrika, cabang Al Qaeda Afrika telah mendapatkan Ghonimah sekitar 130 juta dolar AS dibawah satu dekad dengan mengambil tebusan dari tahanan orang-orang Barat yang diculik di negara-negara tetangga dan menahan mereka di kem-kem di Mali. Barisan mujahidin Al Qaeda sekarang membentang sepanjang gurun sahara, dari Mauratania di Barat hingga Mali di Timur.
 
Mujahidin Al Qaeda menyatakan meneguhkan tujuan untuk menjadi pejuang di jihad global. Pada bulan Septermber 2011 lalu, Jenderal Angkatan Darat AS Carter Ham, mengatakan sekarang AQIM menimbulkan “ancaman yang signifikan” untuk Amerika Syarikat.

Ketika mujahidin Al Qaeda muncul sekitar 1,5 tahun lalu dengan membawa 4-5 tong dan meminta air. Mereka mengisyaratkan bahwa mereka tidak berniat untuk menguasai sumber daya air ditempat itu. Mereka berdiri dengan jubah-jubah mereka, memakai seluar dibawah lutut sedikit, sorban kecil dan janggut, gaya khas Arab.

Kemudian mereka mulai datang setiap empat atau lima hari dalam seminggu di Land Cruisers, dengan Kalshnikov di bahu mereka. Awalnya, mereka berdiam diri tidak lebih dari 15 atau 20 minit, kata penduduk desa yang termasuk penggembala, pemburu dan Pegawai Departemen Peternakan Mali yang berkunjung ke area tersebut untuk melakukan vaksinasi haiwan dan memperbaiki pam yang rosak. Jika hari Isnin, mereka mengambil air dari sumur, hari Rabu mereka akan pergi ke tempat lain, selalu berbeza-beza perjalanan mereka.

Fousseyni Diakite (51) seorang technician sumur yang berkunjung dua kali dalam sebulan ke hutan untuk memeriksa generator yang digunakan untuk menggerakkan sumur, ketika itu ia melihat empat lelaki berpakain arab dalam sebuah truk Toyota Hilux, dengan AK-47 di kaki-kaki mereka.

Diakite mengatakan bahwa lelaki-lelaki itu datang dengan persediaan perubatan dan untuk mencari tahu apakah ada orang yang sakit.
“ada salah satu diantara mereka yang berperawakan tinggi dan berdada besar, mungkin dia orang Arab atau Aljazair. Dia diketahui memiliki sebuah farmasi rawat jalan. Dia pergi dari satu tempat ke tempat lainnya, memberikan perawatan dengan percuma”, tambah Diakite.

Mereka menjelajahi khemah-khemah penduduk dimana para gembala sedang tertidur di senja hari dan mereka mengeluarkan wang tunai untuk diberikan kepada penduduk desa yang bergabung sholat dengan mereka. Mereka mengeluarkan sebesar 10.000 Francs Afrika Barat (sekitar 20 dolar AS) sama dengan hampir setengah gaji bulanan rata-rata di Mali.

Sebagian penggembala tidur di gubuk khemah-khemah di tepi hutan. Kerana ini adalah pemukiman sementara, mereka tidak memilik Masjid, tidak seperti kebanyakan desa lainnya yang memiliki dua kali ganda ukuran Perancis yang 90 persen adalah muslim.

Di Boulker, sebuah dusun dekat hutan, para mujahidin meninggalkan 100.000 Franc (sekitar 200 dolar AS) memerintahkan penduduk setempat untuk membeli pasokan dan membangun sebuah Masjid , ujar Diakite.
“mereka mengatakan untuk setiap pusat populasi dengan sedikitnya 10 orang, disana harus ada Masjid” tambah Diakite.

Mujahidin AQIM memberi pelajaran yang membekas di hati para warga desa Sokolo, Mali. Segera setelah mujahidin mengambil air, salah satu mujahid mendekati gembala di pam air untuk membeli seeokor sembelihan untuk dimakan. Pemiliknya ketakutan dan hendak memberikannya secara gratis kepada mujahidin. Tetapi, mujahidin menolak untuk mengambil biri-biri jantan itu tanpa pembayaran, dan segera menyerahkan sejumlah wang dengan dermawan.

“mereka terlihat mengetahui semua harga sebelumnya. Mereka menunjuk seekor biri-biri dan mengatakan, ‘saya akan membeli yang satu ini seharga 30.000 Franc (60 dolar AS). Mereka tak pernah tawar-menawar, mereka membayar dengan jumlah tinggi. Mereka tak pernah membayar murah”.

Awalnya penduduk setempat merasa ketakutan, namun mereka mengatakan bahwa para penjuang Al Qaeda tidak pernah memaksakan ideologi mereka kepada penduduk sekitar. Sebaliknya mereka para mujahidin AQIM, menunggu dengan sopan sampai mereka melihat penduduk setempat memulai pembicaraan. Mujahidin mengatakan bahwa semua yang mereka lakukan hanya untuk mencari ridho Allah.

Salah seorang pemburu Mali Cheickana Cisse (60) pernah berjumpa dengan mujahidin Al Qaeda, dia berjumpa mujahidin saaat sedang minum di pam air N7 pada malam hari. Dua truk besar dengan meriam anti-pesawat dan mereka mengikatkan perisai ke dada-dada mereka, dan pinggang mereka dipenuhi peluru. Mereka meletakkan AK-47 menjadi sebuah lingkaran ditanah untuk membuat ruang untuk solat, seperti simbol Masjid. Salah satu dari mereka bertanya kepada Cisse, jika ia mendengar tentang Syaikh Usama bin Laden, “kami sperti ini dengan beliau (seraya mengaitkan jari-jari tangan mereka seperti rantai), kami Al Qaeda”, katanya.

Cisse mencuba menyelinap pergi ketika salah seorang mujahidin mengumandangkan azan, menyeru untuk solat.
Salah seorang mujahidin memanggil Cisse, “apakah anda tidak akan solat?”, kemudian mereka menyuruh Cisse masuk ke dalam lingkaran.

Mereka rukuk dan sujud di dalam lingkaran AK-47 itu, empat orang dari mereka berjaga-jaga dibelakang termasuk salah satunya berjaga di atas truk. Setelah kelompok pertama selesai solat, yang berjaga-jaga mengambil giliran untuk solat. Kemudian Cisse diam-diam pergi. Ia ketakutan bahwa ia akan ditangkap karena berdasarkan isu-isu yang didengarnya, tetapi ia menyaksikan sendiri bahwa mujahidin tidak melakukan kekejaman apa pun kepadanya dan tidak mengejarnya ketika ia diketahui diam-diam pergi dari tempat itu.

“mereka tidak berusaha menghentikan saya”, kata Cisse.

Selasa, 12 April 2011

Allahu Akbar!!!Tentera US Menyerang Kawan Sendiri Di Afghanistan


Alhamdulillah, serangan drone AS memakan korban dari kalangan mereka sendiri.  Dua tentara salib AS maut di provinsi Helmand oleh serangan misil yang ditembak dari pesawat tak berawak yang biasa digunakan untuk membantai  Muslim Afghanistan dan Pakistan.

  Ini adalah korban pertama dari kalangan mereka sendiri.

Kedua tentara sedang berjalan kaki, melakukan patroli di Provinsi Helmand, mendekati basis mereka di Sangin, pusat pertempuran sengit di Afghanistan selama dekade terakhir.
  Kesalahan terjadi, kedua tentara dikira pejuang Taliban, lapor NBC

Pentagon menolak untuk mengesahkan atau menyangkal insiden tersebut, mengatakan bahwa mereka masih menyelidikinya.  Minggu lalu dilaporkan bahawa dua tentera maut namun tidak dikatakan di mana dan bagaimana mereka maut. 

Keduanya diidentifikasi oleh Pentagon sebagai Staff Sarjan Jeremy Smith (26) dari Texas dan Benjamin Rast (23) dari Michigan. 

AS telah meningkatkan serangan misil dari pesawat tak berawak  di Afghanistan dan Pakistan dengan alasan menyerang target Taliban dan Al Qaeda, namun ternyata serangan tersebut lebih banyak memakan nyawa warga awam daripada target yang mereka sebutkan.

Rabu, 30 Mac 2011

Penjajah Rusia Menyerang Kem Pejuang Islam Chechnya


Sumber Rusia melaporkan bahwa 14 jenazah telah dipindahkan dari salah satu basis Mujahidin yang berlokasi di hutan desa Upper Alkun, Ingushetia.  Mereka melaporkan identiti jenazah belum ditetapkan.


Sebelumnya, penjajah Rusia mendakwa bahwa 17 Mujahidin syahid saat Rusia mengebom basis Mujahidin.  Dan ada spekulasi bahwa amir Imarah Islam Kaukasus, Dokka Abu Usman mungkin di antara yang syahid.

Kemudian, penjajah menyatakan bahwa mereka mengenal Dokka Umatov secara baik dan satu jenazah yang diduga Dokka Umarov setelah diidentifikasikan bukanlah dirinya.

Dalam hal ini, para penjajah terus melaporkan pembunuhan Emir Supyan dan Emir Khamzat akibat dari pengboman.  "kami dapat mengatakan bahwa mereka pasti terbunuh," ujar komando mereka.


Setakat ini, website Kavkaz Center yang selalu memberitakan peristiwa jihad di Kaukasus, belum menerima pengesahan  rasmi atas syahdinya emir Supyan dan Emir Khamzat dari pihak Mujahidin.

Jumlah Mujahidin yang syahid, insha Allah, juga belum jelas.
Media Rusia menyiarkan video dari basis Mujahidin yang telah dibom, serta beberapa smachine guna dan granat.  Namun tubuh Mujahidin tidak ditunjukkan.

Penjajah menjelaskan bahwa lokasi berada di tempat terpencil di hutan itu.  Mereka mendakwa jenazah Mujahidin telah dipindahkan.

"Mayat para militan telah dikenali.  Seorang wanita di antara mereka," ujar pegawai boneka Ingushetia, Yevkurov.

Penjajah Rusia melaporkan bahwa kem tersebut terletak di sebuah jurang yang sempit dan dalam, tidak jauh dari desa Merzhi.

Menurut penjajah, serangan bom di basis Mujahidin dilakukan jam 5 pagi pada 28 Maret 2011.

"Kami tidak tahu jumlah tepat dari militan, itu sebabnya kami tidak dapat mengatakan berapa banyak dari mereka yang selamat.  Hal utama kini adalah kami tidak akan membiarkan mereka sampai ke tempat penyimpanan bekalan  sebelum kami," kata seorang agen FSB yang tidak ingin disebutkan namanya.

Untuk melihat video yang disediakan penjajah Rusia setelah serangan terjadi klik link ini : http://www.newsru.com/data/video/9252.html

Ahad, 27 Mac 2011

Al Qaeda dan Revolusi Libya


Komandan pasukan pemberontak di Libya, mengakui ia memiliki hubungan dengan Al-Qaeda. Abdel-Hakim al-Hasidi, pemimpin pemberontak Libya, mengatakan jihadi yang berjuang melawan tentera sekutu di Iraq kini berada di garis depan pertempuran melawan rejim Muammar Gaddafi.



Dalam sebuah wawancara dengan surat kabar Itali Il Sole 24 Ore,  al-Hasidi mengakui bahwa ia telah merekrut sekitar 25 orang dari daerah Derna di Libya timur untuk memerangi pasukan sekutu di Iraq. Beberapa dari mereka, katanya, berada di baris hadapan dalam pertempuran di Ajdabiya hari ini. 


Al-Hasidi bersikap keras pejuangnya “adalah patriot dan muslim yang baik, bukan teroris,” ia juga menambahkan bahwa “anggota Al-Qaeda juga muslim yang baik dan berjuang melawan penjajah”. 

Pernyataannya datang saat Idriss Deby Itno, Presiden Chad, mengatakan Al-Qaeda berhasil menjarah persenjataan militer di zona pemberontak Libya dan memperoleh senjata, “termasuk rudal anti-aircraft, yang kemudian diseludupkan ke wilayah mereka”. 

Al-Hasidi mengakui dia sebelumnya berperang melawan penjajahan asing di Afghanistan, sebelum “ditangkap pada tahun 2002 di Peshawar, Pakistan”. Ia kemudian diserahkan ke Amerika Syarikat, dan kemudian diserahkan ke Libya sebelum dibebaskan pada tahun 2008. 

AS dan sumber-sumber pemerintah UK mengatakan al-Hasidi adalah anggota Kelompok Pejuang Islam Libya, atau LIFG, yang menewaskan puluhan tentara Libya dalam serangan gerila di sekitar Derna dan Benghazi pada tahun 1995 dan 1996. 

Meskipun LIFG ini bukan bagian dari organisasi Al-Qaeda, Amerika Syarikat akademi militer West Point telah mengatakan keduanya memiliki hubungan erat. Pada tahun 2007, dokumen yang diambil oleh pasukan sekutu dari kota Sinjar, menunjukkan anggota LIFG adalah kelompok kedua terbesar pejuang asing di Iraq, setelah Arab Saudi. 

Awal bulan ini, Al Qaeda menyerukan untuk mendukung pemberontak Libya yang akan mengembalikan Islam di negeri tersebut. 

Islamis Inggeis juga mendukung pemberontakan, mantan amir Al-Muhajirun-kelompok Islam yang dilarang-menyatakan bahwa panggilan untuk "Islam, Syariah dan Jihad dari Libya" telah menggoncang musuh-musuh Islam. 

klik!!