sila klik

BOIKOT!!!

BOIKOT!!!

Jangan Kita Lupa
Memaparkan catatan dengan label dunia jihad. Papar semua catatan
Memaparkan catatan dengan label dunia jihad. Papar semua catatan

Khamis, 5 April 2012

Gambar-Gambar Global March to Jerusalem Di Palestin Dan Sekitarnya

Puluhan ribu Massa yang bergabung dalam Aksi Global March To Jerusalem pada hari Jumaat (30/3/2012) gabungan dari rakyat Muslim Palestin dan aktivis Muslim dan akitvis Antarabangsa melakukan long march di beberapa bahagian Palestin dan di luar Palestin.

 Rakyat awam Palestin melakukan aksi di beberapa wilayah Palestin yang terjajah disertai beberapa kumpulan aktivis antarabangsa yang pro-Palestin. Dilaporkan ada diantara Muslim Palestin yang gugur dalam aksi GMJ di Palestin, dan beratus-ratus yang lain mengalami luka-luka akibat tembakan yang dilancarkan pasukan zionis Israel terhadap para penunjuk perasaan. Sementara beberapa aktivis antarabangsa juga ditangkap oleh pasukan zionis Israel.

 Sedangkan di luar Palestin, iaitu di Lubnan dan Jordan, puluhan ribu aktivis GMJ dari seluruh dunia melakukan long march ke Jerusalem, meski harus tertahan di sempadan Palestin-Jordan dan tidak dapat memasuki Palestin.

 Ini adalah foto-foto saat aksi GMJ di beberapa bahagian Palestin dan di sempadan Palestin yang diambil dari berbagai sumber.

Khamis, 22 Mac 2012

Temuramah Mujahidin Dari Malaysia

Yazid Sufaat, ahli biokimia sekaligus bekas kapten Tentera Darat yang dituduh membantu serangan 11 September 2001 di AS, yang ditahan di penjara politik Internal Security Act (ISA) Malaysia sejak 2002, kemudian dibebaskan pada tahun 2008. 

 Bercerita bahawa ia pernah bertemu dengan Syaikh Usamah bin Ladin rahimahullah dan merupakan suatu kerhormatan baginya. Berikut ini adalah terjemahan wawancara Malaysiakini dengan Yazid Sufaat dalam siri ISA oleh Fathi Aris Omar, Aidila Razak dan Salhan K Ahmad, yang diterbitkan oleh Malaysiakini pada (20/3/2012).

 Pencarian sederhana di Google pada nama Yazid Sufaat, masih akan dijumpai hasil sebagai berikut, militan, pembuat bom, ahli senjata biologi, dan salah satu yang paling lama ditahan di Internal Security Act (ISA).

"Mereka memanggil saya CEO Anthrax," dengan mengangkat bahu, ia (Yazid Sufaat) mengatakan ini.


 Ayah dari empat anak yang telah dibebaskan dari tahanan ISA pada November 2008 setelah tujuh tahun - lima tahun berada di kurungan isolasi - menyandang gelar yang hampir seperti sebuah lencana kehormatan.

 "Mereka (para penuduh) memanggil saya demikian kerana saya hanya mempunyai ijazah pertama Bachelor of Science, tetapi murid-murid saya bergelar PhD, pemegang gelar Master," ia berkata kepada Malaysiakini dalam sebuah wawancara yang mendalam di rumahnya minggu lalu.

Murid-muridnya sekarang menghuni Teluk Guantanamo, Cuba, yang ia temukan ketika Biro Siasatan Federal (FBI) menunjukkan kepadanya gambar-gambar individu selama soal siasat di pusat tahanan Kamunting di mana ia ditahan.


 "Saya Yazid Sufaat. Saya tidak menyembunyikan diri saya sendiri, wajah saya, nama saya. Kenapa saya perlu? Saya tampan, tidak? "Tanya lelaki 49 tahun asal Johor, dengan tertawa.

Sikap "masa bodonya" akan membuat kita percaya bahawa Yazid kenyataan Yazid di laman Facebooknya yang menyatakan "I Love Osama Laden" seperti semacam gurauan.


 Tetapi Yazid tidak "bertaubat", salah satu dari tujuh warga Malaysia yang masuk dalam senarai sangsi PBB "perjalanan, aset dan perjanjian senjata" atas penglibatan dengan Al-Qaeda, benar-benar mencintai Usamah.

Mengingat waktunya di Afghanistan pada 2000-2001, Yazid mengakui telah bertemu dengan pemimpin Al-Qaeda yang sekarang telah almarhum dan menganggapnya sebagai Sebuah Kehormatan.


"Tentu saja, saya bertemu beliau, adalah sebuah kehormatan untuk bertemu dengan beliau. Berapa banyak orang yang mempunyai peluang? "Tanyanya.

Yazid, yang menyeberangi sempadan Pakistan-Afghanistan untuk belajar serangan 11 September 2001 terhadap Amerika, mengatakan ia dilatih sebagai "militan" selama enam bulan di bawah lelaki nombor satu yang paling di cari di dunia.


  "Itu adalah kesempatan untuk berhadapan dengan mereka (musuh). Tentu saja, mereka datang ... saya rasa bom terdekat yang jatuh hanya 15m dari saya. Itu adalah pengalaman. Saya menginginkannya, Allah memberi saya sebuah kesempatan, "katanya.

Di bawah Usamah, ia mempertajam kemampuan menembaknya, belajar berjalan di dalam gelap dan navigasi menggunakan bintang-bintang dan bagaimana untuk bertahan di pertempuran gurun pasir yang brutal, sehingga kehilangan sekitar 18kg dalam dua bulan pertama.


 "Saya terlatih secara ketenteraan tetapi di medan yang berbeza. (Di Afghanistan) tidak ada hutan, semuanya gurun pasir. "

"Tentu saja kami tidak boleh lari dari Al-Quran. Saya belajar bahasa Arab, mendengar ceramah-ceramah Usamah, usrah nya (perbincangan untuk menumbuhkan rasa cinta dan persaudaraan). "


 Ketika Kabul jatuh ke pasukan perikatan utara pada November 2001, adalah Usamah yang menasihatinya untuk meninggalkan negara yang dilanda perang itu dan kembali ketika "kami telah memenangi kembali Afghanistan".

"Pada saat itu saya fikir, jika mereka menangkap saya disini, saya akan dibawa ke Guantanamo. Jika saya pulang, paling cuma ISA. Maka saya menelefon seorang teman di Bukit Aman dan ia berkata: 'Kembalilah. Sekurang-kurangnya disini cuma ISA '. "

"Isteri saya tidak percaya. saya akan ditangkap, jadi saya katakan, mari menyeberangi sempadan dan lihatlah. Kami menyeberangi Bukit Kayu Hitam (sempadan Malaysia) dan saya ditangkap, "katanya pada insiden 2001.


 Perjalanan ke Afghanistan

Sebagai seorang alumnus Royal Military College dan seorang pesara kapten angkatan darat, perjalanan Yazid ke Afghanistan bermula ketika ia memulakan pencarian jawapan-jawapan tentang agamanya.

Ia berkata bahawa ia menjadi seorang dewasa di "bandar-bandar dosa" di AS, sampai lulus dari California State University sebagai ahli biokimia pada usia 23 tahun.


 "Ketika saya kembali, saya masih liar. Ibu mertua saya berkata bahawa saya perlu belajar tentang agama, tetapi saya tidak mahu belajar solat atau bagaimana menunaikan ibadah Haji (saat itu-red). "

"Saya ingin sesuatu yang berbeza. Jadi (orang-orang berkata) pergi ke Ustadz ini, dan (ketika saya pergi) saya fikir, 'ini bagus, ini sesuatu yang berbeza'. "
 
 Kecanduan pada pelajaran-pelajarannya, Yazid mula menggali lebih dan lebih ke dalam ajaran-ajaran Islam hanya untuk dibiarkan tidak jenuh.

"Saya fikir, 'ini tidak boleh begini saja'. Saya ingin lulus, jadi saya mula membaca lebih dan ketika kamu mempunyai ilmu, kamu ingin melakukan (sesuatu). Saya seorang saintis ... saya ingin membuktikan teori. "

Pada 1995, Yazid menunaikan ibadah Umrah dan berjanji akan kembali untuk menunaikan Haji ketika ia dapat memahami Al-Quran. Ia kembali pada tahun 1998.
 
 Pada tahun yang sama, ia pergi ke Ambon, Indonesia, pada puncak konflik Kristian-Muslim - untuk mengalami Jihad yang sesungguhnya.

"Saya mempunyai sedikit wang. Jika saya meninggalkan keluarga saya, mereka dapat mempertahankan diri mereka sendiri. Saya ingin melihat hal yang nyata. Saya ingin menghadapinya ... Jihad dalam makna qital, yang bererti perang, "katanya.
 
 Pergi ke Ambon dalam keadaan "buta" (belum tau keadaan,-red) dalam misi pencarian fakta pertama, Yazid dan seorang teman bertemu dengan Umat Islam di sana untuk memahami keperluan kecemasan mereka dan kembali ke rumah untuk membina rangkaian bantuan.

Pada saat itu, Yazid mengendalikan sebuah makmal patologi, melakukan ujian-ujian perubatan untuk 600 klinik dan pelanggan-kilennya yang ia dekati untuk mendapatkan bekalan perubatan asas untuk dihantar ke Ambon.
 
 "Ini adalah kemanusiaan. Di sana kamu dapat mencari semua bentuk kumpulan kemanusiaan non-Muslim seperti Palang Merah. Orang-orang Muslim seperti saya, yang ingin membantu, mereka disebut Mujahidin, sekarang mereka disebut pengganas. "

"Di daerah konflik, kalian harus mempertahankan diri sendiri. Kalian jangan hanya pergi seperti kapal Mavi Marmara. Itu bodoh! "Katanya.
 
 Yazid kemudian dituduh kerana membiayai "rusuhan sekte" di Ambon - salah satu daripada lima tuduhan yang menahannya di bawah ISA.

"Mercy (Malaysia) ada di sana. Orang-prang UMNO ada disana. Kedua-duanya dibiayai. Yazid Suufat ada di sana, tetapi ini adalah ancaman bagi keselamatan negara, "katanya.

Projek di sebuah Laboratorium Kandahar


 Keinginannya untuk membantu saudara-saudaranya sesama muslim, Yazid juga membiayai dirinya sendiri untuk menyeberangi sempadan Afghanistan-Pakistan - kali ini untuk membina sebuah rumah sakit.

Ia menggunakan pengalamannya untuk menjalankan sebuah Laboratorium Patologi untuk melatih kakitangan di hospital dan untuk mendirikan sebuah Laboratorium selanjutnya untuk hospital di benteng Taliban di Kandahar.


 Di Laboratorium inilah ia dituduh telah membangunkan senjata-senjata biologi - sesuatu yang ia sebut projek.

Awalnya, ragu-ragu untuk menyatakan apa yang terjadi di Lab, yang didakwa ia memulainya sebelum 11 September 2001 dan hancur dibombardi menyusul serangan World Trade Centre. Yazid mengeluarkan itu sebagai strategi pertahanan.


 "Tentu saja ada penelitian, kami adalah para ilmuwan (tertawa). Kami harus melakukannya, tetapi lab tidak begitu canggih. Ada cuma ala kadarnya, itu yang kami boleh uruskan. Kami melakukan apa yang kami boleh dan menyerahkannya kepada Allah. "

"Jika musuh menggunakan 'serangga', kalian harus mengerti butiran serangga, sehingga kita dapat melawan senjata biologi yang mereka gunakan. Kalian harus tahu musuh kamu, "katanya.


 Tetapi apakah Yazid benar-benar ‘CEO Anthrax’ ?
“Saya tidak pernah mengharapkan dituduh melakukan hal ini... Jika kalian membaca hal yang mereka tulis tentang saya, benar-benar mengesankan. Tetapi apa yang (saya lakukan) benar-benar tidak ada.”

“Jika orang-orang ingin menulis hal-hal yang buruk, mereka dapat menulis hal-hal yang buruk. Jika mereka ingin untuk menulis hal-hal yang baik, mereka dapat melakukannya. Itu hanya persepsi. Saya tidak peduli. Apa yang perlu saya sembunyikan?”

“Nama Saya adalah Yazid Sufaat. Saya tidak melakukan sesuatu yang salah. Saya tidak pernah menyesal sama sekali,” tegasnya.

Selasa, 20 Mac 2012

Taktik Kotor NATO,Menyamar Orang Awam Kemudian Tuduh Mujahidin Menyerang Awam

Sebuah rahsia taktik kotor dan biadab perang salib AS-NATO dan sekutu-sekutunya adalah bahawa apa yang sering diberitakan media-media Barat tentang "Taliban atau Al-Qaeda menyerang orang awam" adalah dusta, pada kenyataannya serangan Mujahidin Taliban adalah benar-benar ditujukan kepada pasukan NATO yang menyamar memandu kenderaan tak bertanda milik orang awam atau memakai pakaian layaknya seperti orang awam, yang telah diketahui oleh Pentagon.


Amalan kotor ini melanggar peraturan perang mereka sendiri, iaitu salah satu aturannya adalah para personel NATO harus berbeza dengan penduduk awam.
 
 Pada 19 Januari 2012, isu ini (Taliban menyerang orang awam) sekali lagi melejit di media-media Barat selepas seorang Mujahid Taliban melakukan operasi syahid dengan bom kereta yang membunuh tujuh "orang awam" di luar Lapangan Terbang Kandahar (KAF). Tetapi faktanya, dua saksimata mengatakan kepada Mirwais Khan dari Associated Press (AP) bahawa sebenarnya Mujahid Taliban itu memandu keretanya untuk membunuh personel tentera khusus AS yang keluar dari pangkalan lori pickup milik orang awam, yang menurut saksimata itu adalah hal yang biasa untuk pasukan salibis berada di pangkalan lori orang awam.
 
Berdasarkan ungkapan seorang veteran Advokasi Kanada, NATO telah membuat beberapa taktik kotor di Afghanistan (yang diketahui-red). Taktik pertama adalah operasi khusus, urusan awam dan anggota tentera beroperasi di Tim Rekonstruksi Wilayah yang mengamati kenderaan orang awam dan pakaian layaknya orang awam.  
 
Ketika soalan berkaitan ini diajukan kepada NATO, NATO hanya bertindak balas (1) Itu adalah sebuah keperluan tujuan untuk perlindungan dan (2) Itu adalah bantuan dalam perkumpulan perisikan. Hujah ini meskipun kemungkinan besar benar, tetapi pada peraturan perang mereka sendiri hal ini ditolak lebih dari seratus tahun lalu ketika peraturan perang pertama dirancang. Logik di sebalik peraturan itu adalah bahawa pasukan tentera tidak boleh bersembunyi di tengah-tengah orang awam. Dibawah undang-undang antarabangsa hal itu dinamakan "Prinsip atau Adat kebiasaan berbeza". Ertinya, pasukan tentera seharusnya berbeza dengan orang awam.
 
 Pada Disember 1944, Komando sekutu di Eropah menangkap 18 anggota tentera dari Brigade Panzer Otto Skorzeny, 150 Komando pasukan yang beroperasi di belakang garis perkumpulan perisikan AS selama serangan Ardennes. Mereka ditangkap kerana memakai pakaian seragam Amerika (meskipun mereka tidak terlibat dalam pertempuran dengan seragam tersebut), 18 anggota Otto Skorzeny itu diadili dan dihukum. Pihak pejabat sekutu ketika itu adalah bahawa tidak ada pengecualian bagi para anggota tentera perlu memakai pakaian mereka sendiri yang khas, dan sesiapa yang melanggar harus dihukum mati.
 
 Taktik kotor NATO yang kedua yang telah dilakukan di Afghanistan dan Pakistan adalah mengalihkan arah menjadi menyerang orang awam. Kerana kejayaan melawan Mujahidin Taliban sangat sedikit, fokus NATO telah dialihkan untuk menangkap atau membunuh warga awam yang disyaki termasuk simpatisan dan penyokong Taliban, bahkan kebanyakan mereka adalah yang tidak pernah memegang senjata. Persoalannya adalah kecurigaan NATO terhadap orang awam yang mereka tuduh termasuk penyokong dan simpatisan Taliban adalah tidak jelas dan tidak rasional. Kenyataannya, pasukan salibis NATO pimpinan AS menyerang sesiapa saja yang anti AS-NATO.
 
 Pada 16 Mac 2011, dua drone pembunuh CIA menembak sejumlah peluru berpandu di sebuah Jirga atau perkumpulan para ketua suku desa Datta Khel di Utara Waziristan, Pakistan. Serangan udara tersebut sekurang-kurangnya membunuh 40 para ketua suku dan melukai puluhan yang lain, termasuk anak-anak. Salah satu target terbesar adalah salah seorang lelaki tua yang diduga berkaitan dengan panglima tempatan Hafiz Gul Bahadur.
 
 Seorang pegawai kanan tentera AS, berbicara kepada AP, menolak bahawa korban yang terbunuh adalah orang awam dengan berkomentar bahawa yang terbunuh dan terluka (yang ternyata juga anak-anak) adalah para pegawai Mujahidin atau simpatisan Taliban. Pejabat salibis lain berbicara kepada Greg Miller dari Washington Post pada 18 Mac 2011, dengan tanpa perasaan menepis bahawa korban adalah orang awam dan seenaknya menyatakan "Ini adalah geng 'pengganas'".
 
 Sementara Jeneral Ashfaq Parves Keyani merespon fakta tentang korban dengan menyatakan, "Jirga para ketua, termasuk para manula yang disasarkan sembarangan dan tanpa perasaan dengan benar-benar mengabaikan kehidupan manusia."
 
 Belum lagi, kaum Muslimin yang diculik dan dipenjarakan di penjara-penjara sadis dibawah tuduhan yang tidak sah dan tidak pernah diadili. Intinya, NATO dan sekutu-sekutunya membunuh dan memenjarakan sesiapa sahaja yang menolak kuasa mereka, bahkan mereka juga menangkap para aktivis damai. Situasi yang lebih keji kerana Pentagon secara rasmi memerintahkan membunuh siapa saja yang disyaki (meski tidak terbukti) berkaitan dengan Mujahidin, atau pendukung, bahkan anak-anak yang belum mengerti apa-apa, sunggung tidak logik. Apa itu ertinya mereka juga akan membunuh orang-orang Amerika (yang kafir) yang simpati terhadap Taliban atau Al-Qaeda?!
 
 Masalah pengaburan target NATO adalah masalah yang membingungkan, jika NATO dan sekutu-sekutunya hanya mensasarkan orang-orang Taliban atau Al-Qaeda, para penyokong mereka atau simpatisan, apakah mereka (NATO) mengetahui dengan jelas siapa dan berapa jumlah para simpatisan "militan"? .
 
 Pada 5 April 2011, New York Times menerbitkan sebuah artikel yang ditulis oleh Rod Norland yang salah satu isi laporannya menyatakan bahawa di Afghanistan ada arus yang terpendam dari kegelisahan dan ketidakpuasan rakyat Afghan atas kehadiran pasukan asing. Intinya orang awam Afghan yang menentang NATO walaupun belum jelas pro Taliban atau Al-Qaeda, tetap menjadi sasaran pembunuhan dan penangkapan.
 
 Pentagon hanya menggambarkan konflik ini kepada dunia dengan paparan "baik" untuk Barat dan "buruk" untuk Taliban dan Al-Qaeda. Mereka (musuh) sebenarnya tidak peduli orang awam pro Taliban atau Al-Qaeda, yang penting bagi mereka adalah jika anti-Barat maka harus disingkirkan, dan tentunya kaum Muslimin lah yang dimaksudkan.
 
 Mengenai polisi NATO yang membenarkan para pasukan tenteranya menyamar dengan berpakaian seperti orang awam, yang bertujuan untuk menyelamatkan hidup para tentera Barat, menipu orang-orang di dunia bahawa ketika terjadi serangan Mujahidin yang menyasarkan pasukan mereka dan pada saat itu mereka berada di kawasan dan berpakaian warga awam, maka media-media Barat dan mereka yang berkiblat ke Barat akan berbondong-bondong menyalahkan Mujahidin dengan mengatakan "serangan militan membunuh orang awam" "bom bunuh diri menyasarkan orang awam" dan kata-kata dusta yang lain.
 
 Sedangkan serangan-serangan biadab mereka (musuh) terhadap orang awam tak bersalah ditepis sewenang-wenangnya dan darah-darah kaum Muslimin mengalir dengan alasan yang tidak dapat diterima.
 
 Beginikah moral Barat yang dipaparkan di berita-berita dan filem-filem Hollywood sebagai pahlawan dan orang-orang yang berbuat kebaikan?? Jika mereka mengaku memiliki landasan moral yang tinggi yang mereka promosikan ke seluruh dunia, lalu apa erti perang yang mereka lancarkan?

Sungguh orang-orang yang mempunyai mata yang dapat melihat akan mengetahui betapa kotornya taktik perang salib dan menyasarkan seluruh kaum Muslimin yang menentang mereka.

Jumaat, 16 Mac 2012

Umat Islam Di Pontianak,Diserang Warga Dayak

Serangan terhadap kaum muslimin di Pontianak, Kalimantan Barat pada Khamis 15hb membawa khabar gembira sekaligus duka bagi kaum Muslimin. Setidaknya dikhabarkan 1 orang syahid (insyaAllah) dan dua orang menderita cukup parah.

 “Sampai saat ini korban dari pihak muslimin 1 syahid (insyaAllah) dan dua orang luka kritikal” kata Ketua DPW Front Pembela Islam Pontianak Habib Ishaq kepada media.


Habib Ishaq pun, meminta kaum muslimin untuk mendoakan saudara-saudaranya yang sedang dizolimi dan diserang oleh gerombolan dayak kafir di Pontianak.


“Mohon do’anya dari kaum muslimin untuk umat Islam yang didukung sultan Pontianak.” ujarnya.
Sebagaimana diketahui, ditengah perjalanan dakwah ke Kalimantan, umat Islam Kalimantan kembali diserang dan diganggu gerombolan kafir  Dayak. petang semalam  kedua kelompok saling berhadapan dengan Umat Islam dipimpin oleh Sultan Pontianak.

Rabu, 14 September 2011

Fatwa Pengebom Berani Mati!!

“ Aksi Bom Berani Mati “ itu telah berikan istilah-istilah yang salah demi mengaburi mata umat Islam . Di antara istilah-istilah yang sesat itu ialah “ Bunuh Diri “ dan “ Membunuh orang-orang awam “ . Namun apa yang sebenarnya yang berlaku bukanlah aksi bunuh diri sebagamana yang dipanggil oleh musuh-musuh Islam kerana orang yang membunuh diri adalah untuk kepentingan diri sendiri ( kerana putus asa ) , sedangkan mujahidin Palestin melakukan aksi tersebut dengan cita-cita untuk meraih mati syahid dan demi meninggikan lagi kalimah Allah Ta’ala di atas muka bumi ini . Kalau jihad dianggap sebagai “ Bunuh Diri “ ataupun “ Menempah Maut “ maka sudah tentu apa yang dilakukan oleh Para Sahabat r.a dianggap juga salah kerana semua peperangan adalah “ menempah maut “ , walhal merekalah tokoh jihad yang paling utama di dalam menegakkan Islam dan umat yang paling memahami Al-Quranul Karim dan As-Sunnah .
Berikut adalah Fatwa dari Imam-Imam muktabar dan dalil-dalil dari Al-Quran:
Pertama: Fatwa Syeikh Yusuf Al Qardhawi.

Menurut beliau, “Saya ingin katakan di sini bahawa operasi-operasi ini adalah termasuk cara yang paling jitu dalam jihad fisabilillah. Dan ia termasuk bentuk teror yang diisyaratkan dalam Al Qur'an dalam sebuah firman Allah Ta'ala yang artinya:

‘Dan persiapkanlah kekuatan apa yang mampu kamu kuasa
i dan menunggang kuda yang akan membuat takut musuh-musuh Allah dan musuhmu.’(QS. Al Anfal: 60).

Penamaan operasi ini dengan nama ‘bunuh diri’ adalah sangat keliru dan menyesatkan. Ia adalah operasi tumbal heroic
(pengorbanan kepahlawanan) yang bernuansa (bercorak) agamis, ia sangat jauh bila dikatakan sebagai usaha bunuh diri. Juga orang yang melakukannya sangat jauh bila dikatakan sebagai pelaku bunuh diri. Orang yang bunuh diri itu membunuh dirinya untuk kepentingan pribadinya sendiri. Sementara pejuang ini mempersembahkan dirinya sebagai korban demi agama dan umatnya. Orang yang bunuh diri itu adalah orang yang pesimis atas dirinya dan atas ketentuan Allah, sedangkan pejuang ini adalah manusia yang seluruh cita-citanya tertuju kepada rahmat Allah Ta’ala.

Orang yang bunuh diri itu ingin menyelesaikan dari dirinya dan dari kesulitannya dengan menghabisi nyaw
anya sendiri, sedangkan seorang mujahid ini membunuh musuh Allah dan musuhnya dengan senjata terbaru ini yang telah ditakdirkan menjadi milik orang-orang lemah dalam menghadapi tirani kuat yang sombong. Mujahid itu menjadi bom yang siap meledak kapan dan di mana saja menelan korban musuh Allah dan musuh bangsanya, mereka (baca: musuh) tak mampu lagi menghadapi pahlawan syahid ini. Pejuang yang telah menjual dirinya kepada Allah, kepalanya ia taruh di telapak tanganNya demi mencari syahadah di jalan Allah.

Para pemuda pembela tanah airnya, bumi Islam, pembela agama, kemuliaan dan umatnya, mereka itu bukanlah orang-orang yang bunuh diri. Mereka sangat jauh dari bunuh diri, mereka benar-benar orang syahid. Karena mereka persembahkan nyawanya dengan kerelaan hati di jalan Allah; selama niatnya ikhlas hanya kepada Allah saja; dan selama mereka terpaksa melakukan cara ini untuk menggetarkan musuh Allah Ta'ala, yang jelas-jelas menyatakan permusuhannya dan bangga dengan kekuatannya yang didukung oleh kekuatan besar lainnya.”


Bahkan Syeikh Al Qaradh
awi menguatkan pendapatnya dengan pandangan ulama klasik yang juga membolehkan aksi sejenis bom syahid, yakni pandangan Imam al Jashash, Imam al Qurthubi, Imam ar Razi, Imam Ibnu Katsir, Imam ath Thabari, Imam Ibnu Taimiyah, Imam Asy Syaukani, Syaikh Rasyid Ridha, dan lain-lain.

Pada akhir fatwanya, dia berkata…
“Saya (Al Qardhawi) yakin kebenaran itu sudah sangat jelas sekali, cahaya pagi itu sudah nampak bagi yang punya indera. Semua pendapat di atas membantah mereka yang mengaku-aku pintar, yang telah menuduh para pemuda yang beriman kepada Tuhannya kemudian bertambah yakin keimanannya itu. Mereka telah menjual dirinya untuk Allah, mereka dibunuh demi mempertaruhkan agamaNya. Mereka menuduhnya telah membunuh diri dan menjerumuskan dirinya ke dalam kebinasaan. Mereka itu, insya Allah, adalah para petinggi syahid di sisi Allah. Mereka adalah elemen hidup yang menggambarkan dinamika umat, keteguhannya untuk melawan, ia masih hidup bukan mati, masih kekal tidak punah.

Seluruh apa yang kami minta di sini adalah: seluruh operasi itu dilakukan setelah menganalisa dan menimbangkan sisi positif dan negatifnya. Semua itu
dilakukan melalui perencanaan yang matang sekali di bawah pengawasan kaum Muslimin yang mumpuni . Kalau mereka melihat ada kebaikan, segera maju dan bertawakkal kepada Allah. Karena Allah SWT berfirman yang artinya,

‘Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah, maka sesungguhnya Allah itu Maha Agung dan Maha Bijaksana.’ (QS. Al Anfal: 49)”


(Fatawa Mu’ashirah, hal. 503-505, Jld. 3. Cet.1, Darul Qalam, Kairo)


Kedua: Fatwa Syaikh Muhammad Nashirudin al Albani.


Didalam Shahih Mawarid Azh Zham’an oleh Syaikh al AlBany (dipublikasikan setelah beliau wafat), dia berkata pada bab kedua, halaman 119
, setelah menjelaskan hadits populer Abu Ayyub, mengenai firman Allah ‘walaa tulqu bi aydiikum ilat-tahlukah’, dia berkata :

“Dan ini adalah kisah populer yang menjadi bukti yang sekarang dikenal sebagai operasi bunuh diri dimana beberapa pemuda Islam pergi lakukan terhadap musuh-musuh Allah, akan tetapi aksi ini diperbolehkan hanya pada kondisi tertentu dan mereka melakukan aksi ini untuk Allah dan kemenangan agama Allah, bukan untuk riya, reputasi, atau keberanian, atau depresi akan kehidupan”

Sumber:
http://salafiharoki.wordpress.com/2008/01/22/fatwa-syaikh-al-bani-mengenai-bomb
-syahid/

Ketiga: Fatwa Syaikh Al-Allamah Shalih bin Ghanim As-Sadlan


‘Jika yang dibela benar, dan dia melakukannya dengan landasan pendapat orang yang membolehkannya maka bisa jadi dia tidak dikatakan bunuh diri; karena dia berudzur dengan apa yang dia dengar.’(Koran Al-Furqon Kuwait, 28 Shafar, edisi 145, hal. 21 dengan perantaraan Salafiyyun wa Qadhiyatu Filisthin,hal. 62.) http://salafiharoki.wordpress.com/2008/01/26/fatwa-syaikh-al-allamah-shalih-bin-ghanim-as-sadlan-mengenai-bom-syahid/

Keempat: Fatwa Syeikh Abdullah bin Humaid

Di suatu sore hari, pada tahun 1400 H, pada saat Syeikh Abdullah bin Humaid Rahimahullahu Ta’ala –mantan Hakim Agung di Makkah Al-Mukarramah– sedang memberikan ceramah di samping pintu masuk ke sumur Zamzam di dekat Ka’bah Al-Musyarrafah, ada seseorang yang bertanya tentang hukum aksi bom syahid.

Syeikh menjawab, “Alhamdulillah, sesungguhnya aksi individu seorang Muslim yang membawa seperangkat bahan peledak, kemudian dia menyusup ke dalam barisan musuh dan meledakkan dirinya dengan maksud untuk membunuh musuh sebanyak mungkin dan dia sadar bahwa dia adalah orang yang pertama kali terbunuh; saya katakan; bahwa perbuatan yang dilakukannya adalah termasuk bentuk jihad yang disyariatkan. Dan, insya Allah orang tersebut mati syahid.”

(Dikutip dari Al-‘Amaliyyat Al-Istiyhadiyyah fi Al-Mizan Al-Fiqhiy/DR. Nawaf Hail Takruri/hlm 101-102/penerbit Dar Al-Fikr, Beirut/Cetakan kedua edisi revisi/1997 M –1417H.)


http://salafiharoki.wordpress.com/2008/01/26/fatwa-syaikh-abdullah-bin-humaid-tentang-bomb-syahid-2/

Kelima: Fatwa Asy-Syeikh Hamud Bin Uqla Asy-Syu’aibi Tentang Bom Syahid


I…Dalil-dalil Qur’an

Firman Allah: “Dan di antara manusia ada orang yang mengorbankan dirinya karena mencari keridhaan Allah; dan Allah Maha Penyantun kepada hamba-hamba-Nya.” (Al-Baqarah : 207)


Sesungguhnya sahabat RA menerapkan ayat ini ketika seorang Muslim seorang diri berjibaku menerjang musuh dengan bilangan yang banyak yang dengan itu nyawanya dalam kondisi berbahaya, sebagaimana Umar bin Khaththab dan Abu Ayub Al-Anshari juga Abu Hurairah RA sebagaimana diriwayatkan oleh Abu Dawud dan At-Tirmidizy dan Ibnu Hibban serta Al-Hakim menshahihkannya ( Tafsir Al-Qurthubi 2/361)

Firman Allah : “Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang Mu’min, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Qur’an. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar.” ( At-Taubah 111 )

Ibnu Katsir -semoga Allah merahmatinya- berkata: Kebanyakan (Ulama/Mufassir) berpendapat bahwa ayat tersebut berkenaan dengan setiap Mujahid Fie Sabilillah.


Firman Allah : “Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah, musuhmu dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalas dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan).” (Al-Anfal : 60)


Allah berfirman terhadap mereka yang merusak perjanjian: “Jika kamu menemui mereka dalam peperangan, maka cerai beraikanlah orang-orang yang di belakang mereka dengan (menumpas) mereka, supaya mereka mengambil pelajaran” (Al-Anfal:57).

II…Dalil-dalil dari As-Sunnah:


Hadits Ghulam (pemuda) yang kisahnya terkenal, terdapat dalam Shahih Bukhari, ketika ia menunjukkan musuh cara membunuh dirinya, lalu musuh itupun membunuhnya, sehingga ia mati dalam keadaan syahid di jalan Allah. Maka operasi seperti ini merupakan salah satu jenis Jihad, dan menghasilkan manfaat yang besar, dan kemaslahatan bagi kaum Muslimin, ketika penduduk negeri itu masuk kepada dien (agama) Islam, yaitu ketika mereka berkata : “Kami beriman kepada Rabb (Tuhan) nya pemuda ini”.


Petunjuk (dalil) yang dapat di ambil dari hadits ini adalah bahwa Pemuda (Ghulam) tadi merupakan seorang Mujahid yang mengorbankan dirinya dan rela kehilangan nyawa dirinya demi tujuan kemaslahatan kaum Muslimin. Pemuda tadi telah mengajarkan mereka bagaimana cara membunuh dirinya, bahkan mereka sama sekali tidak akan mampu membunuh dirinya kecuali dengan cara yang ditunjukkan oleh pemuda tersebut, padahal cara yang ditunjukkan itu merupakan sebab kematian dirinya, akan tetapi dalam konteks Jihad hal ini diperbolehkan.
Operasi sedemikian ini diterapkan oleh Mujahidin dalam Istisyhad (operasi memburu kesyahidan), kedua-duanya memiliki inti masalah yang sama, yaitu menghilangkan nyawa diri demi kemaslahatan jihad.

Amalan-amalan seperti ini memiliki dasar dalam syari’at Islam. Tak ubahnya pula dengan seseorang yang hendak melaksakanan Amar Ma’ruf Nahyi Munkar di suatu tempat dan menunjukkan manusia kepada Hidayah sehingga dia terbunuh di tempat tersebut, maka dia dianggap sebagai seorang Mujahid yang Syahid, ini seperti sabda Nabi s.a.w:
“Jihad yang paling utama adalah mengatakan Al-haq di depan penguasa yang Jaa-ir (jahat)”

Amaliyah yang dilakukan oleh Bara bin Malik dalam pertempuran di Yamamah. Ketika itu ia diusung di atas tameng yang berada di ujung-ujung tombak, lalu dilemparkan ke arah musuh, diapun berperang (di dalam benteng) sehingga berhasil membuka pintu Benteng. Dalam kejadian itu tidak seorangpun sahabat RA menyalahkannya.

Kisah ini tersebut dalam Sunan Al-Baihaqi, dalam kitab As-Sayru Bab At-Tabarru’ Bit-Ta’rudhi Lilqatli (9/44), tafsir Al-Qurthubi (2/364), Asaddul Ghaabah (1/206), Tarikh Thabari.
Operasi yang dilakukan oleh Salamah bin Al-’Akwa dan Al-Ahram Al-Asadi, dan Abu Qatadah terhadap Uyainah bin Hishn dan pasukannya. Dalam ketika itu Rasulullah SAW memuji mereka, dengan sabdanya: “Pasukan infantry terbaik hari ini adalah Salamah” (Hadits Muttafaqun ‘Alaihi /Bukhari-Muslim).

Ibnu Nuhas berkata : Dalam hadits ini telah teguh tentang bolehnya seorang diri berjibaku ke arah pasukan tempur dengan bilangan yang besar, sekalipun dia memiliki keyakinan kuat bahwa dirinya akan terbunuh. Tidak mengapa dilakukan jikan dia ikhlas melakukannya demi memperoleh kesyahidan sebagaimana dilakukan oleh Salamah bin Al-’Akwa, dan Al-Akhram Al-Asaddi. Nabi SAW tidak mencela, sahabat RA tidak pula menyalahkan operasi tersebut. Bahkan di dalam hadits tersebut menunjukkan bahwa operasi seperti itu adalah disukai, juga merupakan keutamaan.

Rasulullah SAW memuji Abu Qatadah dan Salamah sebagaimana disebutkan terdahulu. Dimana masing-masing dari mereka telah menjalankan operasi Jibaku terhadap musuh seorang diri (Masyari’ul Asywaq 1/540)
Apa yang dilakukan oleh Hisyam bin Amar Al-Anshari, ketika dia meneroboskan dirinya di antara dua pasukan, menerjang musuh seorang diri dengan bilangan musuh yang besar, waktu itu sebagian kaum Muslimin berkata: Ia menjerumuskan dirinya dalam kebinasaan, Umar bin Khaththab r.a membantah klaim sebagian kaum Muslimin tersebut, begitu juga Abu Hurairah RA lalu keduanya membaca ayat: “Dan diantara manusia ada yang mengorbankan dirinya demi mencari keridhaan Allah…” (Al-Baqarah 207 )
Al-Mushannif Ibnu Abi Syaibah (5/303,222), Sunan Al-Baihaqi (9/46). Abu hadrad Al-Aslami dan dua orang sahabatnya menerjangkan diri ke arah pasukan besar, tidak ada orang ke-empat selain mereka bertiga, akhirnya Allah memenangkan kaum Muslimin atas kaum Musyrikin. Ibnu Hisyam menyebut riwayat ini dalam kitab sirahnya. Ibnu Nuhas menyebutnya dalam Al-Masyaari’ (1/545). Operasi yang dilakukan oleh Abdullah bin Hanzhalah Al-Ghusail, ketika ia berjibaku menerjang musuh dalam salah satu pertempuran, sedangkan baju besi pelindung tubuhnya sengaja ia buang, kemudian kaum kafir berhasil membunuhnya. Disebutkan oleh Ibnu Nuhas dalam Al-Masyari’ (1/555).

Imam Al-Baihaqi dalam As-Sunan (9/44) menukil tentang seorang lelaki yang mendengar sebuah hadits dari Abu Musa :”Jannah (syurga) itu berada di bawah naungan pedang” Lalu lelaki itu memecahkan sarung pedangnya, lantas menerjang musuh seorang diri, berperang sampai ia terbunuh.
Kisah Anas bin Nadhar dalam salah satu pertempuran Uhud, katanya: “Aku sudah terlalu rindu dengan wangi jannah (syurga)” kemudian ia berjibaku menerjang kaum Musyrikin sampai terbunuh. (Muttafaqun ‘Alaihi).
http://salafiharoki.wordpress.com/2008/01/22/fatwa-asy-syaikh-hamud-bin-uqla-asy-syuaibi-tentang-operasi-istisyhaadiyah/

Keenam: Fatwa Syeikh Hamid bin Abdillah Al Ali.


Katanya: “Aksi bom syahid ini tidak ada bedanya dengan jika dia maju ke tengah-tengah barisan musuh untuk membunuh musuh sebanyak-banyaknya tanpa maksud membunuh dirinya. Akan tetapi dalam hal ini. Dia menjadikan dirinya sebagai sarana untuk membunuh musuh. Secara syar’i dua hukum ini tidak ada bedanya. Fatwa-fatwa ahlul ilmi yang telah kami sebutkan membolehkan seorang mujahid melakukan aksi ini demi kepentingan yang syar’i seperti untuk menewaskan musuh atau memberi semangat kepada kaum Muslimin agar berani menghadapi musuh-musuhnya atau melemahkan semangat musuh atau menghancurkan kejiwaan mereka.

(http:/mojahedoon.org/news/showtopic.php?topicid=663)


Begitulah kira-kiranya dari segi hukum dan perundangan Islam, yang sempat saya nukilkan, walaupun sebenarnya banyak lagi. Yang tentunya bukan untuk Palestin sahaja.. Ramai yang keliru dan buat-buat tak faham, kerana takut kepada kuasa-kuasa di balik tabir yang mendalangi dan mencengkam mereka, bagi melenyapkan kekuatan umat Islam, bertopengkan kegiatan kempen ‘anti pengganas’ tajaan tuan-tuan mereka.

Sekian. Wallahu a'lam.

Sumber:www.ibnuhasyim.com

klik!!