"Dan janganlah sekali-kali engkau menyangka orang-orang yang terbunuh(yang gugur syahid)pada jalan Allah itu mati.(Mereka tidak mati) bahkan mereka itu hidup (secara istimewa)di sisi Tuhan mereka dengan mendapat rezeki" ali-imran:169
sila klik
BOIKOT!!!
Jangan Kita Lupa
Ahad, 16 Jun 2013
Adnan Menderes,Pejuang Islam Turki Yang Dilupakan
Ahad, 9 Oktober 2011
Pesanan Dari Bidadari Mujahidin....
Hadiah dari Isteri Seorang Mujahid, Nasehat Ummu Muhammad, (Samirah Awatiilah) Istri As Syahid (Insya Allah) DR. Abdullah Azzam buat kaum Muslimah Mujahidiah di seluruh dunia. Semoga bermanfaat dan memacu semangat kaum Muslimah Mujahidah untuk berjuang dengan lebih Istiqomah dan sabar, semoga bermanfaat..
Segala puji bagi Alloh Rabb semesta alam.
Shalawat dan salam semoga dilimpahkan selalu kepada Rasul yang mulia, keluarga dan sahabat-sahabatnya semua.
Saudari-saudariku tercinta,
Sesungguhnya, umur itu sangatlah pendek dan kehidupan ini hanyalah hembusan-hembusan nafas yang akan dihitung dan dihisab. Maka, apakah tiap dari kita sudah mempersiapkan diri untuk menghadapi hari berpisahnya orang-orang yang saling berkasih sayang dan saling bersahabat?
Hari berpisahnya kita dari dunia yang fana ini, menuju yaumil hisab –hari perhitungan- dan alam kekal. Hari yang menjadikan harta dan anak-anak tidak lagi berguna, kecuali bagi mereka yang menghadap Alloh dengan qalbun salim (hati yang sehat).
Apakah tiap dari kita sudah mempersiapkan diri untuk masuk ke liang lahat, yang pernah disabdakan Rosulullah pada hari kebumikannya sahabat mulia yang bernama Sa’ad bin Mu’adz Ra:
“Seandainya ada orang yang selamat dari himpitan kubur, tentulah Sa’ad bin Mu’adz orangnya.” (Shahih Al-Jam’iush-Shagir, hadist no. 5306)
Saya berharap kepada Allah Ta’ala agar kita termasuk orang-orang yang dibenarkan dalam sabda Rosulullah :
“Dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita shalihah.” (Shahih Muslim, hadist no. 1469)
Wahai ukhti mukminah, keshalihanmu terletak pada kebaikan dienmu, benarnya aqidahmu dan baiknya tarbiyah yang engkau berikan kepada anak-anakmu. Mereka adalah amanat di lehermu dan calon pemuda di masa depan, pembela dienul Islam dan sebagai kayu bakar yang akan terus menyala, menjadi api penerang bagi keabadian dakwah ini di masa mendatang.
Wahai saudari-saudari tercinta, wahai cucu-cucu Khonsa’,
Wahai saudari-saudari Sumayyah dan Khaulah binti Al-Azur.
Wahai kaum muslimah yang ridho kepada Alloh sebagai Rabbnya, Islam sebagai diennya, Muhammad sebagai rasulnya serta Al-Qur’an sebagai pedoman hidupnya,
Wahai kaum muslimah yang menginginkan bendera “Laa Ilaaha Illallaah” berkibar setinggi-tingginya, dan menginginkan hidup diatas bumi yang penuh keadilan dan ketentraman,
Wahai kaum muslimah yang ingin hidup bahagia lagi mulia dengan meniti jejak Rasul dan menjadikan Al-Qur’an sebagai satu-satunya pedoman dalam hidupnya.
Wahai isteri-isteri kaum muslimin di penjuru bumi Timur dan Barat, doronglah suami-suami kalian untuk berjihad fi sabilillaah. Karena sesungguhnya, suami kalian tidak akan menjadi suami yang kalian idam-idamkan, kecuali ketika ia menjadi laki-laki kuat yang memanggul senjata dan membela dien, aqidah, tanah air dan harga diri mereka, serta mampu meneror musuh-musuh mereka dengan mempersembahkan syahid demi Islam.
Kemuliaan, ketinggian dan keluhuran hanya bisa diperoleh dalam naungan pedang di tangan manusia-manusia kuat yang mampu menggentarkan musuh-musuh mereka. Namun, itu semua tidak akan terwujud kecuali jika tiap orang dari kita mau mendorong suami, anak, saudara dan bapaknya ke medan perang, pertempuran dan kancah kemuliaan.
Itu semua juga tidak akan terwujud kecuali dengan kesabaran wanita atas kepergian suaminya, saudara dan bapaknya, serta dengan mengganti peran mereka dalam mengurus diri sendiri, anak-anak dan rumah tangganya untuk menjadi baik.
Para wanita yang berperan di belakang mereka bak batu karang nan kokoh yang menopang dan menjadi tempat mereka bersandar. Menjadi penolong mereka dengan kesabaran dan pengorbanan, di samping menyiapkan segala perlengkapan yang pantas untuk diberikan bagi kaum laki-laki demi terwujudnya cita-cita ini.
Kemudian, jauhilah dunia dan pandanglah ia dengan penuh hina. Jangan pula kalian membebani suami dengan hal-hal yang ia tidak sanggup menghadirkannya. Jadikan dirimu rela dengan yang sedikit dari pemberian Alloh yang dimudahkan untuknya.
Janganlah menyibukkan suami dengan tuntutan duniawi untuk kepentingan dirinya, yang seandainya diikuti dan menuruti syahwatnya, niscaya hanya akan membawa dirinya kepada kehancuran. Dia pun akan terus berupaya dan bersungguh-sungguh menghabiskan waktunya, untuk meraup dunia yang tidak akan habis-habisnya, sampai dunia itu melumat habis dirinya.
Wahai kalian ukhti muslimah, kalian wajib senantiasa mendorong suami pergi berjihad dengan segenap kemampuan yang kalian miliki. Janganlah bimbang dengan jalan jihad hanya karena hambatan-hambatan yang ada, sebab umur itu ada di tangan Allah dan sesungguhnya jihad itu tidak akan mengurangi umur dan rezeki mereka sedikitpun. Sebaliknya jika meninggalkan jihad, itu bukan menjadi sebab panjangnya umur dan bertambahnya rezki, itu semua sudah menjadi takdir Alloh.
Alloh berfirman: “Apabila telah datang ajal mereka, maka mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaat pun dan tidak (pula) mendahulukan (nya).” (Yunus:49)
Wahai ukhti muslimah, bukankah kalian senang jika menjadi mujahidah fie sabilillah? Tentu kalian menjawab “Iya”. Tapi bagaimana mungkin hal itu bisa terwujud, sedang kalian sendiri tidak mendorong suami untuk berjihad serta tidak ikut menangani tugas-tugasnya dengan kesabaran atas kepergian suami, tidak juga menggantikan peran suami kalian di dalam rumah..?
Apabila Alloh menakdirkan suami kalian hidup di bawah naungan jihad, maka kalian akan senantiasa hidup bahagia bersamanya. Apabila Alloh menakdirkan mati syahid untuknya, kelak kalian pun akan dikumpulkan bersamanya sebagai seorang syahidah –InsyaAllah- karena orang yang mati syahid itu bisa memberi syafa’at kepada 70 orang dari kerabatnya.
Saudari muslimah, apakah ada martabat lain yang lebih besar daripada ini? Keistimewaan apa lagi yang diinginkan setelah diberikan kepadanya kebahagiaan mendampingi orang yang mati syahid lagi saleh di dalam syurga? Kita memohon kepada Alloh, agar Dia mengumpulkan kita semua hidup bersama mereka di tempat yang penuh kebahagiaan di sisi Rabb Yang Maha Kuasa.
Wahai ukhti fillah, demi Alloh akan saya terangkan kepada kalian sebuah hikmah dari pengalaman hidup saya. Yakni, jika kalian bertawakal kepada Allah dalam hidup, niscaya tidak akan ada satu perkara pun yang dapat membahayakan kalian dengan izin Alloh. Walau sebesar apapun musibah itu, tentu akan terasa kecil selama itu di jalan Alloh. Demi Alloh yang tidak ada Ilah kecuali Dia, sesungguhnya kabar syahid suami dan anak saya, saya hadapi dengan penuh kerelaan di atas qadha’ dan qadar-Nya.
Saya juga merasakan bahwa kebahagiaan telah menyelimuti diri saya, bahkan menenggelamkan saya ke dalamnya. Padahal peristiwa syahidnya mereka telah lama berlalu, tapi saya tetap merasa teguh, ridha dan tenang, itu semua murni pemberian Alloh dan takdir-Nya semata.
Perasaan yang muncul ini bukanlah atas kehendak saya tapi itu berupa keteguhan yang semata Alloh karuniakan ke dalam diri saya.
Saya yakin betul kalau itulah batas usia mereka dan itulah akhir ajal mereka. Lalu apa gunanya putus asa dan kesedihan? Bukankah rela terhadap qadha’ Alloh itu lebih baik dibanding harus berputus asa? Bukankah balasan dari sebuah kesabaran adalah surga yang menanti?
Maka dari itu Ya Alloh, janganlah Engkau haramkan atas kami pahala-pahala mereka dan jangan pula Engkau jadikan kami sesat sesudah mereka tiada. Sesungguhnya saya betul-betul bahagia dengan syahidnya mereka, dan rasa bahagia ini lebih besar daripada yang saya rasakan ketika mereka masih hidup bersama kami.
Saya pun memperhatikan dan Alloh juga yang lebih mengetahui, sesungguhnya mereka yang sudah syahid meninggalkan kami itu telah mendapatkan keberuntungan dan saya pun demikian ikut mendapatkannya dikarenakan setia bersama mereka. Semoga Alloh menjadikan mereka penghuni syurga-Nya yang demikian luas, serta mempertemukan kita dengan mereka kelak di tempat yang sarat kebahagiaan di sisi Rabb Yang Maha Kuasa, sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengabulkan.
Wahai ukhti muslimah, terakhir saya wasiatkan kepada kalian untuk selalu bertaqwa kepada Alloh, membaca Al-Qur’an, menjaga lisan, bergaul dengan orang-orang shalih dan menjauhi orang yang buruk perangainya.
Janganlah hidup bermewah-mewahan karena itu akan mematikan hati kalian, dan hati yang sudah mati tidak akan mampu mendidik dan mengarahkan orang yang hidup.
Wahai ukhti muslimah, sesungguhnya kita ini membutuhkan suri tauladan dari para sahabat Nabi yang perempuan –ridhwaanullaahu ‘alaihinna. Oleh karena itu perhatikanlah sosok Ummu Salamah, Khonsa’, Sumayyah dan Khaulah untuk menjadi tauladan bagi kalian. Kemudian amalkanlah agar kalian naik ke jenjang yang tinggi, yang telah didaki oleh saudari-saudari kalian sebelumnya semisal para sahabat Nabi. Semoga Alloh memberikan taufik kepada kalian atas amalan yang dicintai dan diridhai-Nya.
Inilah yang dapat saya tuliskan, dan saya memohon ampunan kepada Alloh untuk pribadi saya dan akhwat-akhwat sekalian.
Saudarimu seakidah,
Ummu Muhammad ‘Azzam.
Dikutip dari: Al-Ekhlaas Islamic Page
Sumber : Washiyyatus Syaikh Abdulloh Azzam,
Surat dari Garis Depan; Suara Hati Tokoh Perlawanan.
Rabu, 14 September 2011
Fatwa Pengebom Berani Mati!!
Berikut adalah Fatwa dari Imam-Imam muktabar dan dalil-dalil dari Al-Quran:
Pertama: Fatwa Syeikh Yusuf Al Qardhawi.
Menurut beliau, “Saya ingin katakan di sini bahawa operasi-operasi ini adalah termasuk cara yang paling jitu dalam jihad fisabilillah. Dan ia termasuk bentuk teror yang diisyaratkan dalam Al Qur'an dalam sebuah
firman Allah Ta'ala yang artinya: ‘Dan persiapkanlah kekuatan apa yang mampu kamu kuasai dan menunggang kuda yang akan membuat takut musuh-musuh Allah dan musuhmu.’(QS. Al Anfal: 60).
Penamaan operasi ini dengan nama ‘bunuh diri’ adalah sangat keliru dan menyesatkan. Ia adalah operasi tumbal heroic (pengorbanan kepahlawanan) yang bernuansa (bercorak) agamis, ia sangat jauh bila dikatakan sebagai usaha bunuh diri. Juga orang yang melakukannya sangat jauh bila dikatakan sebagai pelaku bunuh diri. Orang yang bunuh diri itu membunuh dirinya untuk kepentingan pribadinya sendiri. Sementara pejuang ini mempersembahkan dirinya sebagai korban demi agama dan umatnya. Orang yang bunuh diri itu adalah orang yang pesimis atas dirinya dan atas ketentuan Allah, sedangkan pejuang ini adalah manusia yang seluruh cita-citanya tertuju kepada rahmat Allah Ta’ala.
Orang yang bunuh diri itu ingin menyelesaikan dari dirinya dan dari kesulitannya dengan menghabisi nyawanya sendiri, sedangkan seorang mujahid ini membunuh musuh Allah dan musuhnya dengan senjata terbaru ini yang telah ditakdirkan menjadi milik orang-orang lemah dalam menghadapi tirani kuat yang sombong. Mujahid itu menjadi bom yang siap meledak kapan dan di mana saja menelan korban musuh Allah dan musuh bangsanya, mereka (baca: musuh) tak mampu lagi meng
hadapi pahlawan syahid ini. Pejuang yang telah menjual dirinya kepada Allah, kepalanya ia taruh di telapak tanganNya demi mencari syahadah di jalan Allah. Para pemuda pembela tanah airnya, bumi Islam, pembela agama, kemuliaan dan umatnya, mereka itu bukanlah orang-orang yang bunuh diri. Mereka sangat jauh dari bunuh diri, mereka benar-benar orang syahid. Karena mereka persembahkan nyawanya dengan kerelaan hati di jalan Allah; selama niatnya ikhlas hanya kepada Allah saja; dan selama mereka terpaksa melakukan cara ini untuk menggetarkan musuh Allah Ta'ala, yang jelas-jelas menyatakan permusuhannya dan bangga dengan kekuatannya yang didukung oleh kekuatan besar lainnya.”
Bahkan Syeikh Al Qaradhawi menguatkan pendapatnya dengan pandangan ulama klasik yang juga membolehkan aksi sejenis bom syahid, yakni pandangan Imam al Jashash, Imam al Qurthubi, Imam ar Razi, Imam Ibnu Katsir, Imam ath Thabari, Imam Ibnu Taimiyah, Imam Asy Syaukani, Syaikh Rasyid Ridha, dan lain-lain.
Pada akhir fatwanya, dia berkata… “Saya (Al Qardhawi) yakin kebenaran itu sudah sangat jelas sekali, cahaya pagi itu sudah nampak bagi yang punya indera. Semua pendapat di atas membantah mereka yang mengaku-aku pintar, yang telah menuduh para pemuda yang beriman kepada Tuhannya kemudian bertambah yakin keimanannya itu. Mereka telah menjual dirinya untuk Allah, mereka dibunuh demi mempertaruhkan agamaNya. Mereka menuduhnya telah membunuh diri dan menjerumuskan dirinya ke dalam kebinasaan. Mereka itu, insya Allah, adalah para petinggi syahid di sisi Allah. Mereka adalah elemen hidup yang menggambarkan dinamika umat, keteguhannya untuk melawan, ia masih hidup bukan mati, masih kekal tidak punah.
Seluruh apa yang kami minta di sini adalah: seluruh operasi itu dilakukan setelah menganalisa dan menimbangkan sisi positif dan negatifnya. Semua itu dilakukan melalui perencanaan yang matang sekali di bawah pengawasan kaum Muslimin yang mumpuni . Kalau mereka melihat ada kebaikan, segera maju dan bertawakkal kepada Allah. Karena Allah SWT berfirman yang artinya,
‘Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah, maka sesungguhnya Allah itu Maha Agung dan Maha Bijaksana.’ (QS. Al Anfal: 49)”
(Fatawa Mu’ashirah, hal. 503-505, Jld. 3. Cet.1, Darul Qalam, Kairo)
Kedua: Fatwa Syaikh Muhammad Nashirudin al Albani.
Didalam Shahih Mawarid Azh Zham’an oleh Syaikh al AlBany (dipublikasikan setelah beliau wafat), dia berkata pada bab kedua, halaman 119, setelah menjelaskan hadits populer Abu Ayyub, mengenai firman Allah ‘walaa tulqu bi aydiikum ilat-tahlukah’, dia berkata :
“Dan ini adalah kisah populer yang menjadi bukti yang sekarang dikenal sebagai operasi bunuh diri dimana beberapa pemuda Islam pergi lakukan terhadap musuh-musuh Allah, akan tetapi aksi ini diperbolehkan hanya pada kondisi tertentu dan mereka melakukan aksi ini untuk Allah dan kemenangan agama Allah, bukan untuk riya, reputasi, atau keberanian, atau depresi akan kehidupan”
Sumber:
http://salafiharoki.wordpress.com/2008/01/22/fatwa-syaikh-al-bani-mengenai-bomb-syahid/
Ketiga: Fatwa Syaikh Al-Allamah Shalih bin Ghanim As-Sadlan
‘Jika yang dibela benar, dan dia melakukannya dengan landasan pendapat orang yang membolehkannya maka bisa jadi dia tidak dikatakan bunuh diri; karena dia berudzur dengan apa yang dia dengar.’(Koran Al-Furqon Kuwait, 28 Shafar, edisi 145, hal. 21 dengan perantaraan Salafiyyun wa Qadhiyatu Filisthin,hal. 62.) http://salafiharoki.wordpress.com/2008/01/26/fatwa-syaikh-al-allamah-shalih-bin-ghanim-as-sadlan-mengenai-bom-syahid/
Keempat: Fatwa Syeikh Abdullah bin Humaid
Di suatu sore hari, pada tahun 1400 H, pada saat Syeikh Abdullah bin Humaid Rahimahullahu Ta’ala –mantan Hakim Agung di Makkah Al-Mukarramah– sedang memberikan ceramah di samping pintu masuk ke sumur Zamzam di dekat Ka’bah Al-Musyarrafa
h, ada seseorang yang bertanya tentang hukum aksi bom syahid. Syeikh menjawab, “Alhamdulillah, sesungguhnya aksi individu seorang Muslim yang membawa seperangkat bahan peledak, kemudian dia menyusup ke dalam barisan musuh dan meledakkan dirinya dengan maksud untuk membunuh musuh sebanyak mungkin dan dia sadar bahwa dia adalah orang yang pertama kali terbunuh; saya katakan; bahwa perbuatan yang dilakukannya adalah termasuk bentuk jihad yang disyariatkan. Dan, insya Allah orang tersebut mati syahid.”
(Dikutip dari Al-‘Amaliyyat Al-Istiyhadiyyah fi Al-Mizan Al-Fiqhiy/DR. Nawaf Hail Takruri/hlm 101-102/penerbit Dar Al-Fikr, Beirut/Cetakan kedua edisi revisi/1997 M –1417H.)
http://salafiharoki.wordpress.com/2008/01/26/fatwa-syaikh-abdullah-bin-humaid-tentang-bomb-syahid-2/
Kelima: Fatwa Asy-Syeikh Hamud Bin Uqla Asy-Syu’aibi Tentang Bom Syahid
I…Dalil-dalil Qur’an
Firman Allah: “Dan di antara manusia ada orang yang mengorbankan dirinya karena mencari keridhaan Allah; dan Allah Maha Penyantun kepada hamba-hamba-Nya.” (Al-Baqarah : 207)
Sesungguhnya sahabat RA menerapkan ayat ini ketika seorang Muslim seorang diri berjibaku menerjang musuh dengan bilangan yang banyak yang dengan itu nyawanya dalam kondisi berbahaya, sebagaimana Umar bin Khaththab dan Abu Ayub Al-Anshari juga Abu Hurairah RA sebagaimana diriwayatkan oleh Abu Dawud dan At-Tirmidizy dan Ibnu Hibban serta Al-Hakim menshahihkannya ( Tafsir Al-Qurthubi 2/361)
Firman Allah : “Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang Mu’min, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Qur’an. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar.” ( At-Taubah 111 )
Ibnu Katsir -semoga Allah merahmatinya- berkata: Kebanyakan (Ulama/Mufassir) berpendapat bahwa ayat tersebut berkenaan dengan setiap Mujahid Fie Sabilillah.
Firman Allah : “Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah, musuhmu dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalas dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan).” (Al-Anfal : 60)
Allah berfirman terhadap mereka yang merusak perjanjian: “Jika kamu menemui mereka dalam peperangan, maka cerai beraikanlah orang-orang yang di belakang mereka dengan (menumpas) mereka, supaya mereka mengambil pelajaran” (Al-Anfal:57).
II…Dalil-dalil dari As-Sunnah:
Hadits Ghulam (pemuda) yang kisahnya terkenal, terdapat dalam Shahih Bukhari, ketika ia menunjukkan musuh cara membunuh dirinya, lalu musuh itupun membunuhnya, sehingga ia mati dalam keadaan syahid di jalan Allah. Maka operasi seperti ini merupakan salah satu jenis Jihad, dan menghasilkan manfaat yang besar, dan kemaslahatan bagi kaum Muslimin, ketika penduduk negeri itu masuk kepada dien (agama) Islam, yaitu ketika mereka berkata : “Kami beriman kepada Rabb (Tuhan) nya pemuda ini”.
Petunjuk (dalil) yang dapat di ambil dari hadits ini adalah bahwa Pemuda (Ghulam) tadi merupakan seorang Mujahid yang mengorbankan dirinya dan rela kehilangan nyawa dirinya demi tujuan kemaslahatan kaum Muslimin. Pemuda tadi telah mengajarkan mereka bagaimana cara membunuh dirinya, bahkan mereka sama sekali tidak akan mampu membunuh dirinya kecuali dengan cara yang ditunjukkan oleh pemuda tersebut, padahal cara yang ditunjukkan itu merupakan sebab kematian dirinya, akan tetapi dalam konteks Jihad hal ini diperbolehkan. Operasi sedemikian ini diterapkan oleh Mujahidin dalam Istisyhad (operasi memburu kesyahidan), kedua-duanya memiliki inti masalah yang sama, yaitu menghilangkan nyawa diri demi kemaslahatan jihad.
Amalan-amalan seperti ini memiliki dasar dalam syari’at Islam. Tak ubahnya pula dengan seseorang yang hendak melaksakanan Amar Ma’ruf Nahyi Munkar di suatu tempat dan menunjukkan manusia kepada Hidayah sehingga dia terbunuh di tempat tersebut, maka dia dianggap sebagai seorang Mujahid yang Syahid, ini seperti sabda Nabi s.a.w: “Jihad yang paling utama adalah mengatakan Al-haq di depan penguasa yang Jaa-ir (jahat)”
Amaliyah yang dilakukan oleh Bara bin Malik dalam pertempuran di Yamamah. Ketika itu ia diusung di atas tameng yang berada di ujung-ujung tombak, lalu dilemparkan ke arah musuh, diapun berperang (di dalam benteng) sehingga berhasil membuka pintu Benteng. Dalam kejadian itu tidak seorangpun sahabat RA menyalahkannya.
Kisah ini tersebut dalam Sunan Al-Baihaqi, dalam kitab As-Sayru Bab At-Tabarru’ Bit-Ta’rudhi Lilqatli (9/44), tafsir Al-Qurthubi (2/364), Asaddul Ghaabah (1/206), Tarikh Thabari. Operasi yang dilakukan oleh Salamah bin Al-’Akwa dan Al-Ahram Al-Asadi, dan Abu Qatadah terhadap Uyainah bin Hishn dan pasukannya. Dalam ketika itu Rasulullah SAW memuji mereka, dengan sabdanya: “Pasukan infantry terbaik hari ini adalah Salamah” (Hadits Muttafaqun ‘Alaihi /Bukhari-Muslim).
Ibnu Nuhas berkata : Dalam hadits ini telah teguh tentang bolehnya seorang diri berjibaku ke arah pasukan tempur dengan bilangan yang besar, sekalipun dia memiliki keyakinan kuat bahwa dirinya akan terbunuh. Tidak mengapa dilakukan jikan dia ikhlas melakukannya demi memperoleh kesyahidan sebagaimana dilakukan oleh Salamah bin Al-’Akwa, dan Al-Akhram Al-Asaddi. Nabi SAW tidak mencela, sahabat RA tidak pula menyalahkan operasi tersebut. Bahkan di dalam hadits tersebut menunjukkan bahwa operasi seperti itu adalah disukai, juga merupakan keutamaan.
Rasulullah SAW memuji Abu Qatadah dan Salamah sebagaimana disebutkan terdahulu. Dimana masing-masing dari mereka telah menjalankan operasi Jibaku terhadap musuh seorang diri (Masyari’ul Asywaq 1/540) Apa yang dilakukan oleh Hisyam bin Amar Al-Anshari, ketika dia meneroboskan dirinya di antara dua pasukan, menerjang musuh seorang diri dengan bilangan musuh yang besar, waktu itu sebagian kaum Muslimin berkata: Ia menjerumuskan dirinya dalam kebinasaan, Umar bin Khaththab r.a membantah klaim sebagian kaum Muslimin tersebut, begitu juga Abu Hurairah RA lalu keduanya membaca ayat: “Dan diantara manusia ada yang mengorbankan dirinya demi mencari keridhaan Allah…” (Al-Baqarah 207 )
Al-Mushannif Ibnu Abi Syaibah (5/303,222), Sunan Al-Baihaqi (9/46). Abu hadrad Al-Aslami dan dua orang sahabatnya menerjangkan diri ke arah pasukan besar, tidak ada orang ke-empat selain mereka bertiga, akhirnya Allah memenangkan kaum Muslimin atas kaum Musyrikin. Ibnu Hisyam menyebut riwayat ini dalam kitab sirahnya. Ibnu Nuhas menyebutnya dalam Al-Masyaari’ (1/545). Operasi yang dilakukan oleh Abdullah bin Hanzhalah Al-Ghusail, ketika ia berjibaku menerjang musuh dalam salah satu pertempuran, sedangkan baju besi pelindung tubuhnya sengaja ia buang, kemudian kaum kafir berhasil membunuhnya. Disebutkan oleh Ibnu Nuhas dalam Al-Masyari’ (1/555).
Imam Al-Baihaqi dalam As-Sunan (9/44) menukil tentang seorang lelaki yang mendengar sebuah hadits dari Abu Musa :”Jannah (syurga) itu berada di bawah naungan pedang” Lalu lelaki itu memecahkan sarung pedangnya, lantas menerjang musuh seorang diri, berperang sampai ia terbunuh. Kisah Anas bin Nadhar dalam salah satu pertempuran Uhud, katanya: “Aku sudah terlalu rindu dengan wangi jannah (syurga)” kemudian ia berjibaku menerjang kaum Musyrikin sampai terbunuh. (Muttafaqun ‘Alaihi).
http://salafiharoki.wordpress.com/2008/01/22/fatwa-asy-syaikh-hamud-bin-uqla-asy-syuaibi-tentang-operasi-istisyhaadiyah/
Keenam: Fatwa Syeikh Hamid bin Abdillah Al Ali.
Katanya: “Aksi bom syahid ini tidak ada bedanya dengan jika dia maju ke tengah-tengah barisan musuh untuk membunuh musuh sebanyak-banyaknya tanpa maksud membunuh dirinya. Akan tetapi dalam hal ini. Dia menjadikan dirinya sebagai sarana untuk membunuh musuh. Secara syar’i dua hukum ini tidak ada bedanya. Fatwa-fatwa ahlul ilmi yang telah kami sebutkan membolehkan seorang mujahid melakukan aksi ini demi kepentingan yang syar’i seperti untuk menewaskan musuh atau memberi semangat kepada kaum Muslimin agar berani menghadapi musuh-musuhnya atau melemahkan semangat musuh atau menghancurkan kejiwaan mereka.
(http:/mojahedoon.org/news/showtopic.php?topicid=663)
Begitulah kira-kiranya dari segi hukum dan perundangan Islam, yang sempat saya nukilkan, walaupun sebenarnya banyak lagi. Yang tentunya bukan untuk Palestin sahaja.. Ramai yang keliru dan buat-buat tak faham, kerana takut kepada kuasa-kuasa di balik tabir yang mendalangi dan mencengkam mereka, bagi melenyapkan kekuatan umat Islam, bertopengkan kegiatan kempen ‘anti pengganas’ tajaan tuan-tuan mereka.
Sekian. Wallahu a'lam.
Sumber:www.ibnuhasyim.com
Isnin, 20 Disember 2010
Seorang Ulama Xinjiang Meninggal, Ribuan Muslim Mengiringi
Lebih dari 5ribu orang Muslim di wilayah Barat China,Xinjiang berkumpul untuk mengiringi jenazah seorang ulama'.
Masjid terletak di pusat kerusuhan etnis antara minoriti Xinjiang (Muslim) dengan majoriti dari etnis Han pada Juli 2009 yang mengakibatkan seramai 200 orang tewas dan 1.700 cedera.
Khamis, 21 Oktober 2010
Artikel Tentang Nordin Mat Top
Bismillahirrahmanirrahim…
Berikut ini adalah sekelumit kisah mesra kami bersama Ust. Noordin M. Top, Abu Mu’awwidz, semoga Allah merahmati beliau. Beliau Syahid (insyaALLAH) ditembak Densus 88 laknatullah ‘alaihim ‘ajma’in, Allahumma Amien, pada tanggal 17 September 2009 lalu… Kami persembahkan kisah ini kepada seluruh keluarga beliau di ngeri jiran sana, Malaysia, juga yang berada di Indonesia, juga ikhwah fillah sekalian.
Kami juga ingin menyampaikan bahwa beliau bukanlah TERORIS seperti yang dituduhkan, karena untuk membuktikan seseorng itu bersalah, yang bersangkutan harus di sidangkan di pengadilan dan divonis, hingga hari ini saja, kepolisian tidak dapat membuktikannya, beliau MUJAHID!!.
Dan kami juga bangga pada beliau, berikut kisahnya : ….
Maghrib itu, seperti biasanya.. sekali dalam seminggu, pria berjambang itu berdiri di samping kiri pintu masjid, pas di sebelah kanan papan pengumuman masjid.. senyumannya khas, ku samperin beliau, ku memberikan salam sambil berjabatan tangan… Mahasiswa pasca sarjana Psikologi itu memang rutin ke sekolah kami… bersama teman-teman kampusnya dari UTM (Universiti Teknologi Malaysia) mengikuti kajian bersama salah satu murid kesayangnnya Ust. Abdullah Sungkar… kami sangat akrab dengan mahasiswa S2 itu… bercerita dan sering bertukar pikiran…
Menjelang waktu Isya, mobil Honda berwarna maroon parkir pas di samping masjid, pria berkacamata keluar langsung menuju ke tempat pengajian.. ya ALLAH, semua ini nostalgia lalu ku…
Mahasiswa S2 itulah yang akhirnya menjadi mudir (kepala sekolah) kami menggantikan murid kesayangnnya Ust. Abdullah Sungkar itu.. Ya ALLAH, sedih rasanya, mereka kini telahpun tiada… Ust. Mukhlas (Ali Ghufron) yang merupakan murid kesayangannya alm. Ust. Abdullah Sungkar, DR. Azahari Husin sebagai pria berkacamata pemilik mobil Honda maroon itu dan Ust. Noordin M. Top. adalah mahasiswa S2 UTM yang aku maksudkan. Subhanallah.. tak mungkin semuanya terulang… sedang apakah mereka ya ALLAH?
Sosok Ust. Noordin yang berkewarganegaraan Malaysia itu sangat kami kenal dengan seorang yang mudah bergaul, murah senyum dan berani menegur kemungkaran yang ada di depan matanya… beliau gaul, kenapa? karena motornya keren banget.. aku masih ingat, motor sport nya sejak zaman kuliah, sampailah beliau menikahi dengan salah seorang kakak kelasku…
Wah, walimahannya, subhanallah, beliau sendiri yang melayani tamunya… berbaju Pakistan warna hijau tua dan bercelana di atas mata kaki… para tamu yang belum pernah mengenalnya pasti tidak tau jikalau beliaulah sang pengantin juga raja sehari di kala itu… zuhud, hidupnya bersahaja… Subhanallah…
Menjadi mudir menggantikan Ust. Mukhlas merupakan amanah yang tidak ringan, tapi, Alhamdulillah, beliau insyaALLAH bisa kami katakan sukses mengemban amanah itu… kami murid-muridnya bangga dengan sosok mudir yang bisa langsung mencontohkan akhlak yang baik buat para santri…
MTILH (Madrasah At-Tarbiyyah Al-Islamiyyah Luqmanul Hakiem) pondok kami dulu di Johor Baru, itupun berobah menjadi SILH (Sekolah Islam Luqmanul Hakiem) setelah Ust. Noordin menjabat sebagai mudir, wallahu a’lam kenapa, bisa jadi karena supaya mudah disebut dan tidak terkesan Arab.. wallahu a’lam.. ah, tak usah dibahas… hehe.
Tentu masih banyak nostalgia kami bersama sosok seorang Ust. Noordin itu.. beliau sering menemani kami bermain sepak bola, membangunkan kami di asrama ketika waktu shalat Subuh dan Ashr tiba. Beliau hampir tidak pernah memukul kami dan santri-santrinya yang melakukan kesalahan, tetapi justru sering memberikan nasehat dan ta’zir (hukuman ringan supaya jera). Mungkin semua yang dilakukannya itu karena basic nya juga untuk mengamalkan ilmu Psikologi yang dipelajarinya…
Ust. Noordin, Abu Mu’awwidz, setiap sore sering terlihat bersama istrinya Ustadzah Rahmah berjalan-jalan membawa mujahid cilik putra pertamanya, Mu’awwidz.. wih, mesranya mudir kami.. terkadang juga sang Ustadz menaiki motor sport nya yang berwarna hijau muda itu ke lapangan bola atau ke lapangan basket ball melihat kami santri-santrinya berolahraga…
Senyumannya khas, 1001 makna dibalik senyuman sang mudir... bisa jadi cukup dengan senyuman, pertanda itulah sindiran atau bisa dikatakan sebagai nasehat buat santrinya yang melakukan kesalahan… yang akhirnya kami malu untuk mengulangi kesalahan itu lagi… dst.
Ustadz penuh wibawa, walaupun beliau ketika itu bisa dikatakan masih terlalu muda untuk menjabat jabatan mudir sebuah sekolah Islam internasional.. iya donk, semenjak kami sekolah di Luqmanul Hakiem, santrinya banyak dari manca negara.. ada yang dari Singapore, Indonesia, Brunei Darus Salam, Cambodia, Irak dll.. asyik kan?
Nah, mau diceritain semuanya kepanjangan.. hehe. Waktu sekolah kami ditutup pemerintah Malaysia karena dituduh teroris, PDRM (Polis Di Raja Malasia) mengirim 8 truk polisi, wuih, banyak amat…:) biasalah, yang namanya musuh-musuh Islam itu dimana-mana penakut dan pengecut. Masa sama kita-kita yang masih kecil dan ingusan itu aja takut.. hihi.. di sekolah, jangan kan pistol atau senjata beneran, yang mainan aja nggak ada..
Anyway and by the way.. cukup lah segini aja ya.. ntar malah ane dibilang ‘teroris’ sama thagut-tahgut itu… karena pernah belajar dan ketemu Ustadz-ustadz yang tidak pernah meminta imbalan apapun dari ilmu yang telah mereka ajarkan pada kami…
Oya, aku ingat 1 pesan Ust. Noordin, sampai sekarang masing terngiang-ngiang di telingaku, nasehat beliau atau semacam pesan sebelum aku meninggalkan sekolah setelah tamat SMP… “Kalau mata kita masih senang melihat perempuan-perempuan telanjang yang ada di luar sana, berarti iman kita belum beres…” tuturnya, Allahu Akbar.
Ya ALLAH, Ust. Noordin yang basic nya bukan dari pesantren itu, ingin sekali generasi-generasi muda sesudahnya itu menjadi pejuang-pejuang Islam, yang senantiasa beramar ma’ruf dan nahi mungkar, pemberani, menjadi ‘rijal’ yang kuat dan tak gentar untuk menyuarakan al-haq, di mulai dari diri sendiri, agar supaya menjaga seluruh hal yang bisa mendatangkan murka ALLAH, dimulai dengan menjaga pandangan, yang darinyalah syetan sering menggoda hamba-hamba ALLAH ini, berawal dari mata penglihatan yang suka melihat kemaksiatan yang ujungnya berbuah pikiran negatif, menjdikan amal ibadah tidak konsisten lagi, dan hati ternoda oleh titik hitam yang menjadi bukti perbuatan dosa kita kepada Sang Pencipta Yang Maha Kuasa… ALLAHU Al-Musta’an…
Akhirnya kami ucapkan kepada Ustadz-ustadz kami yeng telah banyak memberikan kami ilmu, semoga antum mendapatkan Jannah-Nya seperti yang antum cita-citakan… wallahu a’lam bish shawab.
insyaAllah ada sambungannya..
Coretan murid Ust. Mukhlas dan Ust. Noordin, Ahmad Isrofiel Mardlatillah…
Selasa, 10 Ogos 2010
Ismail Haniyyah Kirim Salam Kepada Abu Bakar Ba'asyir
Presiden Medical Emergency Rescue Committee (Mer-C), Jose Rizal Jurnalis, menyampaikan salam Perdana Menteri Palestin Ismail Haniya untuk Abubakar Ba'asyir.'Beliau (Perdana Menteri Palestin) menyampaikan salam buat Abubakar. Dari Abubakar Ba'asyir salam kembali,'' ujar Jose di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Selasa (10/8).
Abu Bakar Ba'asyir merupakan seorang ustaz dari Pondok Pesantren Ngruki Solo.Beliau ditahan semalam oleh Densus 88 Mabes Polri.
Beliau ditahan ketika beliau berada di Banjar Patroman, Ciamis.Beliau ditahan atas tuduhan terlibat dengan gerakan pengganas.Beberapa tahun lalu, ustaz berpengaruh ini juga pernah ditangkap dan ditahan, bahkan sempat didakwa atas perkara berkaitan terorisme jaringan Jamaah Islamiyah (JI).
Rabu, 23 Jun 2010
Menjawab Tuduhan Fitnah Yang Dituju Kepada Taliban
Banyak tuduhan dan cerita negatif ditujukan kepada Mujahidin Taliban Afghanistan, terutama oleh media-media kafir Barat dan sekutunya. Mereka dituduh disupport oleh CIA, sangat kejam dan sadis. Taliban juga dituduh anti pendidikan, khususnya kepada kaum wanita, mengharamkan TV, dan lain sebagainya. Termasuk mereka sudah dianggap kalah di Afghanistan. Apakah memang benar demikian? Dapatkan jawapan sebenarnya dari Juru Bicara rasmi Taliban, Qori Muhammad Yusuf Ahmadi yang ditemu ramah oleh harian berbahasa Arab, Syarqul Ausath.
Interview ini disiarkan oleh surat kabar Syarqul Ausath (Timur Tengah) pada Sabtu, 5 Jun 2010,dialih bahasa ke bahasa Indonesia
Syarqul Ausath:
Bagaimana Anda menggambarkan operasi intelijen terhadap penangkapan Mulla Baradar di wilayah Pakistan? Apakah mereka sudah mengetahui keberadaannya di Karachi dan menutup mata? Dan apakah Anda yakin bahwa Mulla memberikan informasi penting kepada Amerika tentang pimpinan Taliban?
Qori Muhammad Yusuf:
Operasi tersebut merupakan bagian dari perang psikologis terhadap mujahidin. Media Amerika dan Barat banyak melakukan intimidasi sampai mereka dapat menyerang psikologis mujahidin dan menekan urat saraf pimpinan untuk mendapatkan konsesi (surrender) tertentu. Akan tetapi musuh tidak mendapatkan apapun dari operasi tersebut. Dan Mulla Baradar tidak memberikan informasi yang bermanfaat bagi musuh. Sebagaimana banyak terjadi editan dan perubahan yang dilakukan, yang mana informasi yang dimiliki Mulla Baradar saat ini adalah informasi yang usang, penyingkapannya tidak berbahaya dan tidak bermanfaat untuk diketahui.
Syarqul Ausath:
Terjadi banyak simpang siur berkenaan dengan adanya perundingan damai antara Taliban dan pemerintahan Afghan yang terkahir kali terjadi di pulau Maladewa. Apa fakta dari berita ini? Dan apa pendapat Anda tentang pertemuan Jeddah di bawah naungan Khodimul Haromain Asy-Syarifain (raja saudi) pada tahun lalu?
Qori Muhammad Yusuf:
Tidak ada perundingan apapun antara Imarah dan pemerintahan Karzai dan apa yang dipublikasikan tentang perundingan ini. Perundingan tersebut terjadi antara pihak-pihak atau orang-orang yang menyerah dari Taliban dengan elemen-elemen pemerintahan Karzai.
Tujuan dari berita tersebut adalah untuk menghancurkan mental mujahidin dan menyebarkan kebohongan bahwa para pimpinan mereka berunding dengan apa yang berlawanan dengan sikap-sikap yang mensyaratkan penarikan mundur terlebih dahulu dan sebelum yang lainnya. Musuh memilih elemen yang kooperatif dengannya dan elemen tersebut tidak memiliki hubungan dengan mujahidin atau Imarah Islam, atau mereka adalah elemen yang telah diusir dari Taliban sejak lama akibat pelanggaran-pelanggaran yang fatal.
Syarqul Ausath:
Dari sudut pandang Anda, apakah Anda melihat Saudi sebagai negara islam layak untuk berpartisipasi dalam mewujudkan perdamaian di Afghanistan?
Qori Muhammad Yusuf:
Saudi adalah negara islam yang besar yang memiliki peran sangat penting untuk memaksa Amerika hengkang dari Afghanistan dan menarik mundur pasukannya dan pasukan sekutunya dari negeri muslim yang terzholimi ini. Pada saat itulah akan terwujud perdamaian secara riil di Afghanistan. Dan jika Amerika tidak memenuhi tuntutan Saudi, maka kerajaan bisa mendeklarasikan jihad pada level umat islam untuk membebaskan Afghanistan, Irak, Palestina dan mengusir pasukan Amerika dan pasukan Asing dari seluruh wilayah Arab.
Syarqul Ausath:
Dari sudut pandang Anda, apakah Pakistan memiliki peran vital dan penting untuk mewujudkan perdamaian di Afghanistan?
Qori Muhammad Yusuf:
Seluruh negara tetangga termasuk Pakistan memiliki peran dalam mewujudkan perdamaian di negeri tetangga mereka, Afghanistan. Dan pintu masuk perdamaian adalah keluarnya agresor dari Afghanistan.
Syarqul Ausath:
Apa yang baru dalam hubungan Taliban dengan Al-Qaeda? Dan apakah elemen-elemen Arab terlibat dalam perang yang sedang berlangsung di Afghanistan?
Qori Muhammad Yusuf:
Tidak ada yang baru dalam hubungan tersebut. Dan putra-putra umat yang memiliki ghiroh turut serta dalam jihad bersama kami.
Syarqul Ausath:
Apa fakta bahwa Taliban dikendalikan dari majlis "syuro Quetta" yang dipimpin oleh Mulla Umar?
Qori Muhammad Yusuf:
Menurut pengakuan pasukan Barat, Imarah mengendalikan lebih dari 70% berbagai wilayah Afghanistan, maka para pimpinan jihad tidak perlu untuk berada di luar medan jihad. Desas-desus ini termasuk dalam perang psikologis yang banyak menjadi fokus Amerika sejak awal terjadinya perang hingga sekarang. Akan tetapi fokus mereka kian meningkat setelah operasi militer mereka menemui jalan buntu dan sekarang mereka yakin bahwa mereka telah kalah dan mereka harus keluar secara menyeluruh dari Afghanistan.
Syarqul Ausath:
Surat kabar Amerika, mengutip dari para pejabat militer, menyebutkan bahwa Taliban bergantung pada lahan-lahan opium untuk mendanai amaliyah-amaliyah mereka, dan tersebar luasnya lahan-lahan obat terlarang tersebut merupakan keuntungan terbesar.. Apa fakta dari berita ini?
Qori Muhammad Yusuf:
Menurut statistik Amerika, pemerintahan Imarah Islam melarang penanaman opium di negeri ini. Produksi opium pada tahun 2001, tahun bermulanya perang, mencapai 185 ton yang sebagian besar produksinya dari wilayah-wilayah yang dikuasai Aliansi Utara yang didukung oleh Amerika, Eropa dan berbagai negara lainnya. Produksi Afghanistan sebelumnya mencapai 3.600 ton.
Adapun saat ini, setelah invasi Amerika dan penyebaran 150.000 prajurit Amerika, mereka telah mengubah Afghanistan menjadi lahan opium terbesar di dunia dengan produksi lebih dari 9.000 ton, meskipun para penguasa dan PBB berusaha untuk memanipulasi angka-angka dan menjadikannya kurang dari angka tersebut, sekitar 1.000 ton.
Menurut kepala anti-narkoba Rusia, jumlah tersebut menghasilkan pendapatan mencapai 640 milyar dolar per tahun. Sementara itu penghasilan petani tidak mencapai 4 milyar dengan asumsi terbaik. Dan sisa pendapatan tersebut masuk ke dalam kantong Amerika dan khususnya ke dalam rekening mafia obat terlarang di Amerika dan Inggris.
Kedua negara tersebut, Amerika dan Inggris, memiliki pabrik-pabrik pembuat heroin di Afghanistan. Dan semua pabrik tersebut terdapat di dalam pangkalan-pangkalan militer yang memiliki penjagaan dan kerahasiaan maksimum.
Kekuatan militer kedua negara, kemampuan pengawasan satelit, kontrol udara dan kemampuan untuk menghancurkan target darat manapun, semua itu mencegah pihak manapun untuk bersaing dalam bidang tersebut. Hal ini sering membuat marah sejumlah negara sahabat Amerika yang sebagian negara tersebut memiliki pasukan yang berperang di bawah komando Amerika di Afghanistan.
Dan sampai saat ini kami tidak mengetahui apa yang mencegah pasukan Amerika untuk memusnahkan tanaman opium dengan menyemprotkan materi kimia tertentu dari udara, sementara itu mereka pernah mengancam (Imarah) untuk melakukannya sebelum pecahnya perang pada tahun 2001??
Syarqul Ausath:
Apakah Mulla Wakil Mutawakkil -mantan menteri luar negeri kalian-, Abdus Salam Dho'if -duta besar kalian di Islamabad- dan Mulla Qosim Halimi -direktur protokol luar negeri kalian- berbalik melawan Taliban?
Qori Muhammad Yusuf:
Ketiga orang tersebut masing-masing memiliki kondisi khusus:
Mulla Abdus Salam pernah ditahan oleh pasukan Amerika, kemudian dibebaskan dan mereka menempatkannya dalam tahanan rumah.
Wakil Ahmad Mutawakkil, meskipun menyerahkan diri pada pasukan Amerika, dia ditahan lebih dari dua tahun oleh pasukan Amerika. Dan setelah dibebaskan, dia ditempatkan dalam tahanan rumah.
Adapun Qosim Halimi, dia menyerahkan diri kepada pemerintahan Karzai dan saat ini dia termasuk elemen pemerintahan Karzai.
Kami tidak tahu siapa yang memberi Qosim Halimi gelar "Mulla", apakah pemerintahan Karzai atau penguasa penjajah ataukah salah ketik dari Anda??
Mereka bertiga saat ini tidak merepresentasikan Imarah Islam dalam hal apapun.
Syarqul Ausath:
Apa tujuan Taliban saat ini?
Qori Muhammad Yusuf:
Tujuan kami tidak berubah dari tujuan sebelumnya, yaitu mengusir pasukan asing dari negeri ini dan mengembalikan pemerintahan islam.
Syarqul Ausath:
Dari mana sumber pendanaan Taliban? Apa benar bahwa sebagian ahlul khoir (orang-orang baik) di teluk Arab membantu kalian?
Qori Muhammad Yusuf:
Bukan penduduk teluk saja, tapi banyak ahlul khoir di dunia islam yang membantu kami..
Akan tetapi bagian pokok dari pendanaan kami berasal dari musuh itu sendiri, dan hal itu dengan perolehan mujahidin atas ghonimah dalam jumlah yang besar di setiap pertempuran, dengan karunia Allah. Mungkin Anda sudah melihat sebagian rekaman berbagai pertempuran kami dan Anda perhatikan besarnya ghonimah yang dihasilkan dari satu pertempuran. Dan perlu diketahui bahwa sebagian besar pertempuran kami tidak terekam. Hasil ghonimah berupa senjata, amunisi, sampai makanan dan keperluan lainnya merupakan pendapatan yang besar dan berharga jutaan dolar di pasaran.
Sumber pokok selanjutnya adalah kontribusi rakyat kami dengan semua kebutuhan yang mungkin. Dan itu merupakan kesatuan rakyat yang menolong kami setelah pertolongan dari Allah ta'ala dengan level paling tinggi dari keteguhan dan persembahan dalam jihad.
Syarqul Ausath:
Berapa jumlah pejuang Taliban?
Qori Muhammad Yusuf:
Kami sudah menjawab pertanyaan ini dalam interview sebelumnya bahwa jumlah pejuang kami 24 juta, yaitu jumlah penduduk Afghanistan dikurangi dengan ribuan pendukung pemerintahan boneka dan penguasa penjajah.
Syarqul Ausath:
Apa rahasia dari ketidakmampuan Amerika untuk mencapai (menangkap) Mulla Umar dan Usamah bin Ladin atau syaikh Muhammad Thoyyib Agha atau Dzabihullah Mujahid atau Qori Yusuf?
Qori Muhammad Yusuf:
Kami yakin bahwa Allah subhanahu wa ta'ala adalah Yang Menjaga, Menolong dan Memberi rezeki mujahidin, dan bahwa setiap manusia akan mendapat bagian umurnya secara penuh dan dia tidak akan dicabut sebelum ajalnya datang, meskipun manusia berusaha keras dan berkumpul melawannya dalam satu barisan.
Akidah inilah yang mendorong mujahid-mujahid kami menuju pertempuran di atas kematian dan mereka tidak takut kecuali pada Allah.
Sesungguhnya Amerika dan seluruh penduduk bumi tidak akan dapat menimpakan musibah kepada kami dengan sesuatu yang tidak Allah takdirkan bagi kami. Itulah rahasia kenapa musuh tidak bisa mencapai orang-orang yang Anda sebutkan tadi. Dan mereka tidak akan pernah menjangkau mereka kecuali jika Allah berkehendak.
Syarqul Ausath:
Sejauh mana serangan-serangan NATO membahayakan para penduduk sipil tak berdosa?
Qori Muhammad Yusuf:
Kebanyakan serangan NATO ditujukan secara sengaja untuk memberikan kerugian terbesar kepada para penduduk untuk memisahkan persatuan antara mereka dengan putra-putra mereka, mujahidin.
Penduduk sipil menderita sebagian besar kerugian perang berupa jiwa, peralatan, properti, rumah dan mata pencahariaan.
Saksi paling gamblang dari itu adalah pengakuan komandan militer pasukan Amerika tentang pembunuhan lebih dari 23 penduduk sipil pada bulan Februari lalu tahun ini melalui serangan udara pesawat Amerika terhadap kafilah penduduk di wilayah Uruzjan, namun jumlah korban meninggal yang sesungguhnya dari pembantaian ini mencapai 32 penduduk, termasuk di dalamnya para wanita dan anak-anak.
Sesungguhnya pasukan Amerika dan NATO setiap hari melakukan ratusan kejahatan perang di Afghanistan. Oleh sebab itu mereka berusaha keras untuk menjauhkan media global dari medan Afghanistan dan memperlakukan pengawasan militer yang ketat.
Syarqul Ausath:
Apa saja rincian mediasi Saudi antara Taliban dan pemerintahan Karzai?
Qori Muhammad Yusuf:
Karena Imarah Islam tidak melakukan negosiasi apapun dengan musuh penjajah atau pemerintahan boneka, maka kami tidak mengetahui siapa yang diajak bernegosiasi.. dan dari mana.
Imarah Islam tidak menganggap (tidak ada urusan dengan) pemerintahan Karzai, karena problemnya adalah dengan pendudukan Amerika. Adapun Karzai dan pemerintahannya adalah efek penyakit, sedangkan pendudukan Amerika adalah penyakit asli yang berusaha disingkirkan oleh Imarah.
Syarqul Ausath:
Agenda Amerika; uang lawan senjata.. Apakah agenda ini berhasil menarik elemen-elemen Taliban ke dalam masyarakat yang jauh dari kekerasan, dengan kata lain mereka akan meninggalkan perang?
Qori Muhammad Yusuf:
Kami tidak melakukan kekerasan di Afghanistan, akan tetapi kami melaksanakan jihad di jalan Allah. Seluruh penduduk Afghan dan mujahidin menerjuninya di bawah pimpinan Imarah Islam melawan pasukan musuh, Amerika dan sekutunya dari negara-negara NATO.
Kami melihat Agenda Amerika yang dibuat-buat ini gagal dan menggelikan. Uang seperti apa dan senjata seperti apa? Mereka hanya menipu penduduk mereka. Adapun keseimbangan bagi kami adalah senjata melawan senjata. Artinya, kami dengan senjata iman dan senapan kami menghadapi senjata musuh Amerika dan thoghut-thogutnya. Dengan senjata, kami melucuti senjata mereka dan kami gunakan untuk melawan mereka dan membunuh sisa-sisa prajurit mereka. Silakan Anda merujuk film Imarah Islam saat para mujahidnya menyerang pangkalan Korangel di provinsi Kunar dan menguasai pangkalan tersebut beserta ghonimah senjata, perlengkapan dan kendaraan.
Senjata lawan senjata, itulah keseimbangan Imarah Islam beserta para mujahidnya yang dengannya mereka akan memaksa Amerika melarikan diri dari Afghanistan dengan meninggalkan senjata dan mayat mereka di bumi Afghanistan sebagaimana yang telah dilakukan semua penjajah negeri ini.
Syarqul Ausath:
Mengapa Taliban melarang para perempuan Afghan untuk belajar (bersekolah) saat Taliban memerintah Afghanistan dan juga mengharamkan TV dan musik selama masa pemerintahan antara tahun 1996 dan 2001?
Qori Muhammad Yusuf:
Ini adalah bohong besar yang digemborkan oleh negara-negara Barat untuk merusak citra Imarah Islam sebagai bentuk persiapan agresi terhadap Afghanistan. Taliban tidak melarang para perempuan bersekolah. Akan tetapi Taliban melarang organisasi misionaris ikut campur dalam urusan pendidikan di Afghanistan, terutama pendidikan perempuan. Berbagai organisasi tersebut membawa kembali para pengajar perempuan yang pernah mengajarkan komunisme bersamaan dengan pendudukan Sovyet. Berbagai organisasi itu dengan menggunakan kedok menolong para perempuan, janda dan anak-anak yatim menyusup ke tengah kaum perempuan dan mensabotase akhlak dan dien. Mereka itulah yang kami larang. Ditambah lagi dengan krisis ekonomi, blokade internasional, kampanye pencemaran, menyulut api fitnah dan perang saudara, semua itu memblokir seluruh jenis pendidikan dan bukan sekedar pendidikan perempuan saja. Dengan izin Allah Anda akan menyaksikan kebangkitan pendidikan yang besar di sektor perempuan pada saat kembalinya Imarah Islam yang akan bangkit dengan seluruh aspek pembangunan dan terutama kebangkitan pendidikan, diantaranya pendidikan perempuan.
Adapun tentang (pengharaman) TV dan musik, kami tidak mengharamkan dan menghalalkan. Itu adalah urusan syari'at dan kami hanyalah penegak hukum-hukumnya. Kami tidak mengharamkan TV, tapi kami mengharamkan isi materi siaran TV.
Selama masa yang Anda sebut tadi (1996-2001), para ulama' senior di dalam dan luar Afghanistan dan dari negeri-negeri Arab memberikan fatwa kepada kami dengan hal tersebut atau mendukung kami atau diam dan tidak memberikan komentar. Kalaulah kami tersalah dalam pelaksanaan kami ini, mereka pasti akan menegur kami dan kami akan merespon mereka. Para ulama' adalah penghulu kami yang kami ikuti dan kami contoh. Dan di saat kembalinya kami ke Kabul dengan pertolongan Allah, kami akan meminta fatwa para ulama' dunia islam termasuk para ulama' kerajaan yang ikhlas tentang permasalahan materi siaran TV dan berbagai jenis saluran Arab dan islam. Kami akan memenuhi fatwa mereka, insyaallah.
Syarqul Ausath:
Para pejabat militer Amerika menyatakan secara tidak langsung bahwa Iran memberikan pelatihan militer kepada elemen-elemen Taliban dan membantu mereka dalam mengembangkan IED.. Apa komentar Anda?
Qori Muhammad Yusuf:
Amerika mengalami pailit militer di Afghanistan dan mereka mencari skenario untuk melarikan diri. Tentunya mereka membutuhkan alasan yang dibuat-buat atas kegagalan mereka. Kadang mereka menuduh bonekanya, Karzai dan pemerintahannya, adalah penyebabnya. Dan terkadang mereka melihat sekelilingnya dan menekan Iran dengan menambahkan file baru ke dalam file-file krisis, lalu mengatakan omong kosong seperti ini.
Sesungguhnya keahlian militer para mujahid kami dan setelah tiga dekade jihad melawan negara super power dunia, mereka memiliki keahlian yang langka, banyak orang di dunia sangat perlu mengambilnya dari Imarah.
Bahkan Iran atau negara manapun tidak memiliki keahlian seperti yang dimiliki oleh para kader militer kami. Sesungguhnya Amerika sudah pailit dan kalah. Mereka mencari alasan yang dibuat-buat atas kekalahan terburuk sepanjang sejarahnya, dan mungkin kekalahan penghabisan bagi kekaisaran jahat Amerika.
Syarqul Ausath:
Meski jatuh korban meninggal dari kedua belah pihak.. ditambah lagi dengan korban meninggal penduduk sipil tak berdosa.. dan senjata berat pasukan NATO.. Apakah Anda yakin akan menang?
Qori Muhammad Yusuf:
Keyakinan kami meraih kemenangan merupakan bagian dari keyakinan kami kepada Allah subhanahu wa ta'ala. Semua pasukan musuh tidak menggetarkan rambut di kepala kami. Sesungguhnya yang kami takutkan adalah dosa-dosa kami atau keterbatasan kami dalam ketaatan kepada Allah. Oleh karena itu kami dan para mujahid kami selalu mawas diri. Dan Imarah Islam mengirimkan arahan dien dan mental ke berbagai front disamping arahan militer.
Syarqul Ausath:
Berapa gaji pejuang Taliban dalam sebulan.. kira-kira dalam kurs dolar?
Qori Muhammad Yusuf:
Saya yakin bahwa orang yang mengorbankan jiwa dan hidupnya di jalan Allah tidak memerlukan ganjaran materi dan dolar. Para mujahid kami tidak bekerja dengan gaji dan mereka tidak berurusan dengan dolar. Kami memberikannya kepada orang lain. Semua mujahid kami adalah sukarelawan hingga sebagian besar dari mereka datang dengan senjata pribadi mereka dan sebagian yang lain membawa harta dan keperluan-keperluan lainnya. Sebagian yang lain ditanggung oleh penduduk desanya dan kerabatnya sebagai bentuk pelaksanaan sistem yang sudah ada, hingga pada waktu pemerintahan Imarah yang pertama yang mana tidak dapat mencukupi sebagian besar para staf dan mujahidnya. Imarah membekali front-front dengan support dana yang berusaha untuk diperbaiki. Akan tetapi seluruh front berusaha mencukupi diri dengan bantuan keluarga dan kerabat di wilayahnya, mereka semua berasal dari keluarga dan kabilah yang sama.
Sangat sedikit kader yang disupport secara total oleh Imarah karena mereka tidak memiliki sumber penghasilan pribadi atau keluarga dan kabilah yang disebabkan oleh tekanan.
Syarqul Ausath:
Setelah berapa tahun lagi Anda memperkirakan kembalinya pemerintahan Taliban di Afghanistan.. 10 atau 20 tahun?
Qori Muhammad Yusuf:
Imarah Islam masih memerintah Afghanistan, dan tidak berhenti memerintah meski hanya dalam satu hari. Musuh sendiri mengakui bahwa Imarah mengendalikan 3/4 negeri. Bahkan lebih banyak sekali dari itu. Imarah memerintah Kabul di malam hari dan memerintah Kandahar selama 21 jam dalam sehari. Di seluruh kota-kota besar lainnya, musuh mengambil beberapa jam tambahan atau kehilangan beberapa jam lainnya sesuai perubahan situasi. Sampai di desa "Marjah", yang mana musuh memenuhi dunia dengan gaung namanya hingga mereka menjadikannya lebih terkenal dari Kabul, mujahidin berada di dalamnya dan bergerak dengan bebas lebih dari apa yang bisa dilakukan musuh. Desa ini menjadi salah satu tempat paling penting mujahidin dalam mewujudkan strategi yang menumpahkan dengan deras darah musuh dan perlengkapannya, dan yang terpenting adalah psikologis prajurit dan komandannya.
Syarqul Ausath:
Foto Mulla Muhammad Umar tersebar di berbagai surat kabar Barat.. Apakah itu fotonya atau mirip dengannya.. Kenapa Anda tidak menyebarkan fotonya.. Apakah dia nyata dan bukan fatamorgana?
Qori Muhammad Yusuf:
Mulla Muhammad Umar (Mujahid) hafizhahullah, gambarnya berada di hati seluruh penduduk Afghan dan seluruh kaum muslimin. Dia bagi penduduk Afghan bukanlah foto akan tetapi perwujudan dari kebebasan, kemerdekaan dan hukum syariat yang sebenarnya. Kami memilih untuk tidak menyebar fotonya walaupun dia nyata dan bukan fatamorgana, karena kami ingin dia tetap seperti itu.. mimpi buruk yang menggoncang tempat tidur para penjajah dan pengkhianat di Afghanistan, dan bayangan yang menghibur kesedihan orang-orang yang terzhalimi di Afghanistan dan di setiap tempat.
Syarqul Ausath:
Apakah Anda yakin bahwa syaikh Usamah bin Ladin adalah sebab langsung yang mendatangkan Amerika ke bumi Afghan?
Qori Muhammad Yusuf:
Kami meyakini bahwa keputusan Amerika untuk menginvasi Afghanistan sudah sejak bertahun-tahun sebelum amaliyah September 2009.
Dan bahwa minyak Asia Tengah, menguasainya dan mengeluarkannya melalui jalan luar Rusia atau Iran merupakan faktor utama diantara semua faktor. Kemudian faktor opium setelah Imarah melarang penanamannya secara menyeluruh. Invasi akan tetap terjadi dengan kondisi apa pun, bahkan jika tidak ada peristiwa September.
Syarqul Ausath:
Apakah Anda yakin bahwa bin Ladin melanggar komitmen dan janji yang merupakan bagian dari hukum bai'at kepada Mulla Umar dengan melakukan serangan September tanpa sepengetahuan Taliban?
Qori Muhammad Yusuf:
Pertama, sampai saat ini kami tidak punya bukti bahwa syaikh Usamah bin Ladin yang melakukan amaliyah tersebut. Dan apa yang dikatakan oleh pemerintah Amerika tidak meyakinkan bagi kami. Ini adalah pendapat kami dan pendapat banyak orang di seluruh dunia.
Oleh karena itu kami meminta pembentukan badan internasional terpisah investigasi peristiwa September, untuk identifikasi pihak-pihak yang terlibat dan peran masing-masing pihak.
Dan sebelum itu terjadi, pihak mana pun bisa mengklaim apa saja yang diinginkannya.
wassalamu'alaikum
Sabtu, 19 September 2009
Matinya Seorang Mujahid


Dengan Nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Pengasihani
"Wahai as-syahid, wahai orang yang suci darahnya, bergembiralah di Aidilfitri ini, bersama bidadari syurga...."
Jika benar Nordin Mat Top ingin berjihad menentang musuh-musuh Islam khususnya AS dan Yahudi maka beliau boleh dianggap sebagai mujahid dan mati sebagai syuhada.Ramai yang fikir apabila seorang pemimpin jihad mati,maka tiada siapa lagi yang mampu meneruskan perjuangan ini.Di dalam Islam,jika seseorang itu syahid,itu dianggap sebagai satu kemenangan dan kemulian bagi umat Islam.
“Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang Mukmin, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah, lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Qur’an. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu dan itulah kemenangan yang besar.” (QS At Taubah (9) : 111)
Dalam sejarah panjang Islam, telah berlalu para mujahidin menuju syahid, hingga wafatnya Nabi Muhammad SAW, dan hal tersebut merupakan sunatullah (hukum alam dan ketetapan Allah SWT) yang harus terjadi dan dialami oleh kaum Muslimin dalam memperjuangkan agama mereka. Sejak syahidnya para pahlawan perang Badar, Uhud, Khandaq, hingga syahidnya para mujahid di abad modern, seperti Syekh Abdullah Azzam, Syekh Ahmad Yassin, Rantisi, Khattab, Samil Bashayev, Mullah Dadullah, Syekh Yusuf Al Uyairi, Syekh Abu Mus’ab Az Zarqawi, Syekh Mukhlas, Imam Samudra, Amrozi, dan kini Noordin M Top.
Kematian seorang mujahid,boleh dianggap satu kejayaan besar bagi musuh Islam namun bagi mujahid itulah yang mereka cari selama ini.Kerana dalam kamus hidup mereka hanya ada dua,hidup mulia atau mati syahid.
Syekh Usamah bin Ladin dalam video The Caravan of Syuhada mengatakan:
“Penutup para nabi dan rasul, Muhammad SAW., mengharapkan kedudukan ini. Perhatikan dan renungkan kedudukan seperti apakah yang diharapkan oleh sebaik-baiknya manusia ini. Beliau berharap menjadi seorang syahid. “Demi jiwa Muhammad yang ada ditangan-Nya. Sungguh aku berharap bisa berperang lalu aku terbunuh, kemudian (hidup lagi) untuk berperang lalu aku terbunuh, kemudian (hidup lagi) untuk berperang lalu aku terbunuh.” (Al Hadits)
Hidup yang lama dan panjang ini diringkas oleh Nabi SAW dengan petunjuk Allah SWT., dalam sabda Beliau di atas. Beliau sangat menginginkan kedudukan ini. Orang yang bahagia adalah orang yang telah dipilih oleh Allah SWT sebagai seorang syahid.
“Dan jangan sekali-kali kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati, sebenarnya mereka itu hidup di sisi Tuhannya mendapat rezeki. Mereka bergembira dengan kurniaan yang diberikan Allah kepadanya, dan bergirang hati terhadap orang-orang yang masih tinggal di belakang yang belum menyusul mereka bahwa tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati. Mereka bergirang hati dengan nikmat dan karunia dari Allah. Dan sungguh, Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang beriman.” (QS. Ali Imran (3) : 168-171)
Namun realiti sekarang,jika AS menyerang negara-negara umat Islam tidak dianggap pengganas.Dimanakah letakknya sensitivit umat Islam terhadap saudaranya??!!
Inilah kejayaan Barat dengan ‘war on terror’ mereka. Mereka tak perlu turun padang untuk menghapuskan orang Islam yang menjadi musuh mereka, cukuplah dengan menciptakan pada benak pemerintah Muslim bahawa ‘pengganas’ adalah orang Islam dan pengganas ini mesti ditangkap. Maka pemerintah setempatlah yang akan menyempurnakan hasrat Barat ini.
Ahad, 21 Disember 2008
Asy-Syahid Abdullah Azzam:Pejuang Yang Disegani 2

Selepas saja peristiwa hitam itu berlaku,asy-syahid mengumpulkan pemuda-pemuda untuk melancarkan jihad ke atas Yahudi.Di samping itu juga,asy-syahid berusaha melanjutkan pelajarannya di Universiti Al-Azhar sehingga memperolehi ijazah Sarjana Usul Fiqh.Selepas itu beliau bertugas sebagai pensyarah kuliah Syariah Universiti Jordan pada tahun 1970.Beliau juga dianugerahkan kedoktoran PhD tingkatan As-Syaraf yang diterimanya dari Universiti Al-Azhar.Ketika belajar di Mesir,beliau mengadakan hubungan dengan keluarga Qutb.Ketika itulah beliau mendapat lebih terperinci mengenai perjuangan dan fikrah Syed Qutb.Pada tahun 1980 beliau dipecat dari tugasnya sebagai pensyarah di Universiti Jordan kerana telah mentarbiyah beratus-ratus pemuda dengan tarbiyah Islamiyyah dan membangkitkan perasaan benci terhadap Yahudi.Beliau juga digelar 'Syed Qutb Jordan' kerana beliau menyebarkan fikrah Syed Qutb walaupun ditekan kerajaan Jordan yang mengikut telnjuk kuffar.
Akhirnya beliau tidak dapt lagi meneruskan jihadnya di Palestin kerana kerajaan Jordan menutup sempadan Jordan-Palestin.Asy-Syahid bersama keluarganya berhijrah ke Arab Saudi dan bertugas sebagai pensyarah di Universiti Al Malik Abdul Aziz,Jeddah pada tahun 1981.Disebabkan kemewahan hidup di sana membuat beliau kemudiannya memohon untuk bertugas di Universiti Islam Antarabangsa(IIU) di Islamabad,Pakistan kerana kedudukannya dengan bumi jihad Afghanistan menjadi dekat.
Di sana Asy-Syahid cuba berhubung dengan pimpinan mujahidin Afghan untuk mengetahui perkembangan jihad di sana.Beliau merasakan tugasnya sebagai pensyarah telah memendekkan masa berjihad oleh itu beliau mengumpulkan semua jadual dalam masa seminggu kepada tiga hari kemudian dipendekkan menjadi dua hari dan akhirnya pada 1984 beliau memohon untuk berhenti sebagai pensyarah dan menuju ke Peshawar untuk melakukan tugas-tugas jihad sepenuh masa.Beliau selalu menyebarkan fikrah jihad ke negara-negara asing dan menyeru umat Islam supaya memberikan sumbangan sekadar yang termampu.Beliau juga mengarang kitab-kitab dan menerbitkan majalah-majalah untuk tujuan sama.Hasilnya beribu-ribu pemuda Islam dari luar Afghanistan menyertai jihad di sana.
Perkara ini menggerunkan kuasa-kuasa kuffar Barat,Komunis dan juga kerajaan-kerajaan Sekular umat Islam.Perancangan demi perancangan diatur untuk membunuh tokoh ini.Pada tahun 1989,beliau dan dua orang anaknya Ibrahim dan Muhammad telah dibom ketika mereka dalam perjalanan ke masjid.Tamatla riwayat seorang tokoh Islam yang sangat dihormati.Ingatla bahawa orang yang mati syahid itu tidak akan mati di sisi Allah.
Sabtu, 20 Disember 2008
Asy-Syahid Abdullah Azzam:Pejuang Yang Disegani 1

Setelah aku selesai membaca Abdullah Azzam Merintis Khilafah Yang Hilang,aku rasa lebih bersemangat untuk berjuang dalam Islam dan makin membuak-buak perasaan aku untuk pergi berperang.Assyahid dilahirkan pada 1941 di desa Asba’ah Al-Hariyeh, Jenin,Palestin.Semasa masih kanak-kanak, Abdullah Azzam sangat menonjol di antara kanak-kanak lainnya. Beliau sudah mulai menyiarkan dakwah Islam semenjak masih sangat muda. Teman-teman sepergaulan mengenal beliau sebagai seorang anak yang soleh. Beliau telah menunjukkan tanda-tanda yang luar biasa sejak muda dan guru-guru beliau telah mengenali tanda-tanda itu sejak beliau masih di Sekolah Dasar.Beliau pernah diminta oleh kakaknya sendiri untuk berhenti membaca dengan berkata "Wahai Abdullah,kakak lihat kau terlalu banyak membaca buku.Pergilah bergembira sebentar dan bermain dengan rakan-rakan di luar sana." As syahid yang masa itu masih kecil lagi menjawab "Maaf kakak,sekarang bukan waktunya untuk saya bermain."Asy-Syahid memulakan pengajian di peringkat rendah di sekolah kampungnya sendiri.Kerana kepandaian yang dimilikinya,dia berjaya melanjutkan pelajaran di Kolej Persediaan Pertanian walaupun usianya masih muda.Beliau telah berjaya lulus dengan cemerlang di dalam peperiksaan dan dianugerahkan Sijil Diploma Pertanian.Selepas itu,Asy-Syahid telah ditugaskan mengajar di sebuah sekolah di Kampung Adar Karak,Selatan Jordan.Beliau mengajar di situ lebih kurang setahun.Pada tahun berikutnya beliau ditukar ke sekolah Barqin iaitu di suatu tempat berhampiran kampungnya sendiri.Pada tahun 1965,beliau telah mengahwini Ummu Muhammad.Selepas itu mereka telah berhijrah ke kampung Daerah Ghusan dalam daerah Tulkaram.Beliau telah dianugerahi8 orang anak.Walaupun beliau merupakan seorang lulusan bidang pertanian tetapi beliau tidak pernah mengenepikan urusan agama.Ini terbukti apabila beliau diterima di Universiti Damsyik di bidang syariah.Dalam masa sama beliau bertugas sebagai pegawai pertanian.Kemudian beliau melanjutkan pelajaran ke Universiti Jordan dan cuba menghabiskan hafalan al-Qurannya.Beliau banyak mengkaji kisah hidup Hassan Al-Banna dan Syed Qutb.Pada tahun 1966,Asy-Syahid berjaya menghasilkan ijazah Sarjana Muda(syariah) dengan keputusan pangkat kedua.Selepas itu beliau mengajar di Sekolah Menengah Perempuan Al-Taj.Pada tahun berikutnya,peristiwa hitam telah berlaku iaitu kemasukan yahudi ke tanah Palestin.