sila klik

BOIKOT!!!

BOIKOT!!!

Jangan Kita Lupa

Isnin, 31 Oktober 2011

Menyingkap Rahsia Muammar Qaddafi (2):Kenapa Ulama' Menghukumnya Sebagai Kafir

Sejak 1969, Gaddafi adalah penguasa Libya. Semua ucapan, tindakan, dan kelakuannya selama memerintah diliputi oleh TV, radio, dan surat khabar secara meluas, baik dalam skala lokal, regional, mahupun antarabangsa. Dia dengan bangga, berani, dan tanpa malu mempamerkan ucapan, tindakan, dan kelakuannya selaku pemimpin revolusi dan ‘musuh’ Barat.

Qaddafi dan Buku Hijaunya

Alhamdulillah, dengan semua dokumentasi tersebut, para ulama   Islam dan lembaga-lembaga Islam antarabangsa memiliki data yang sangat lengkap tentang kekafiran dan kemurtadan Gaddafi. Berkali-kali para ulama Islam dan lembaga Islam antarabangsa menempuh dengan cara dialog, nasihat, teguran, dan ajakan kepada Qaddafi untuk bertaubat dan menarik kembali semua kekufurannya tersebut. Namun Qaddafi tetap angkuh mempertahankannya, tanpa sekalipun mau bertaubat dan memperbaiki dirinya. Walhasil, vonis kafir-murtad untuk Qaddafi tetap disandangnya sampai detik nyawanya berpisah dengan jasadnya.
Seperti halnya para taghut diktator lainnya di negeri-negeri berpenduduk majoriti muslim, pada awal revolusinya Gaddafi mempamerkan dirinya sebagai pahlawan revolusi, pejuang Islam, pembela kaum muslimin, pengusir penjajah salibis Barat, dan pendukung berat perjuangan untuk membebaskan Palestin dari kengkangan zionis Yahudi. Setelah ia berhasil menarik simpati kaum muslimin dan kekuasaannya telah kukuh, maka ia mulai menunjukkan jati dirinya sebagai agen zionis-salibis dan  kekafiran yang sangat keras memusuhi Islam.

Berikut ini beberapa ucapan, tindakan, dan kebijakan Qaddafi yang merupakan kekafiran yang nyata, sehingga para ulama dan lembaga Islam antarabangsa menghukumnya sebagai seorang kafir murtad.

Syirik (menyekutukan Allah dengan selain-Nya) dan mempermainkan Allah SWT
  • Bagi Gaddafi, Allah Sang Pencipta tidak jauh berbeza dengan parti politik pembangkang. Gaddafi menuduh Allah berbuat zalim. Dalam pertemuan dengan para pemimpin politik membahas pengguliran ‘Teori Internasional Ketiga’ di ibukota Tripoli pada tanggal 9 Ogos 1975, Qaddafi mengatakan: “Revolusi tidak secara automatik mesti selalu berwarna ‘putih’. Ia juga boleh berwarna ‘merah’ terhadap lawan-lawannya. Musuh haruslah dibinasakan. Saya katakan kepada kalian, agama-agama juga membinasakan para lawannya. Allah juga membinasakan para lawannya, padahal Allah juga yang telah menciptakan mereka. Jadi setiap orang membinasakan para lawannya.”

    Gaddafi mempermainkan Allah dan menyamakan dirinya dengan Allah. Dalam Al-Qur’an (QS. Al-Haj (22): 73), Allah menentang tuhan sesembahan kaum musyrik untuk bersatu demi menciptakan seekor nyamuk. Dalam pidato kenegaraan tanggal 1 Oktober 1989 untuk memperingati terusirnya penjajah Itali dari bumi Libya, Gaddafi mengatakan: “Aku menentang kalian sebagaimana Dia berfirman kepada mereka; ‘Buatlah untukku seekor nyamuk saja!’ Dia menentang mereka yang mengatakan ‘Allah bukanlah apa-apa.’ Dia menantang mereka ‘Buatlah untuk Kami seekor lalat!’ Maka aku tentang kalian: ‘Buatlah untuk kami Pepsi saja!’

    Gaddafi membandingkan Allah dengan manusia. Jika Allah menjadi tuhan di langit, maka rakyat juga menjadi tuhan di bumi. Dalam pidato kenegaraan tanggal 1 Oktober 1989 tersebut, Gaddafi juga menyatakan: “Rakyat itu seperti Allah…Allah di langit, dan rakyat di bumi. Dia tidak memiliki sekutu. Jika Allah memiliki sekutu, Dia akan berfirman ‘Mereka akan mencari jalan untuk naik kepada Pemilik ‘Arsy’. Jika ada tuhan-tuhan selain Dia, niscaya setiap tuhan akan mengatakan ‘Aku ingin menjadi Tuhan.’ Jika Dia berada di Arsy, niscaya tuhan-tuhan lain akan melakukan kudeta untuk menjatuhkan-Nya…Rakyat di atas bumi juga harus seperti ini, menjadi tuhan di atas buminya.”
Dalam pidato kenegaraan tanggal 27 Desember 1990, Qaddafi mengatakan, “Rakyat adalah penguasa di atas muka bumi. Rakyat menentukan apapun di bumi yang ia kehendaki. Adapun Allah berada di langit. Maka tiada penengah antara kita dengan Allah.” Inilah prinsip sekularsime yang dipraktikkan Gaddafi di Libya. Seluruh ajaran Al-Qur’an dan as-sunnah dalam bidang politik, ekonomi, sosial, budaya, militer, dan lainnya dicampakkan. Ajaran Islam hanya diakui dalam urusan ibadah ritual belaka. Sebagai gantinya, di bidang politik, ekonomi, sosial, budaya, militer, dan lainnya Gaddafi menerapkan undang-undang positif yang ia karang sendiri. Ia menamakannya al-kitab al-akhdar, Kitab Hijau (Green Book). Terbit dalam bahasa Arab, Kitab Hijau menggariskan tiga  dasar, yaitu “Demokrasi berdasarkan Kekuasaan Rakyat,” “Ekonomi Sosialisme” dan “Teori Internasional Ketiga.” Perkara itu lalu menjadi panduan bagi sistem demokrasi ala Khadafi, sekaligus panduan politik luar negeri Libya.

  Tidak aneh jika Qaddafi sangat ketat menerapkan sekulerisme dan menolak penerapan syariat Islam dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Ia sangat mengagumi bapak sekulerisme Turki, Musthafa Kamal Ataturk. Ia bekerja sangat keras demi menerapkan sekulerisme ala Turki di Libya. Dalam dialog dengan para ulama dan  penghafal Al-Qur’an pada tanggal 3 Julai 1978, Qaddafi menyatakan para ulama Turki yang fanatik, bodoh, dan lugu menolak memberi fatwa kebolehan sekulerisme. Qaddafi mengatakan : “Ataturk adalah orang yang dizalimi…saya katakan hal ini kepada sejarah. Hal itu karena orang-orang yang bodoh, lugu, dan fanatik (maksudnya para ulama Islam di Turki, edt) memaksanya (maksudnya Musthafa Kamal Ataturk, edt) untuk kafir (maksudnya menghukum Ataturk Kafir karena menerapkan sekulerisme di Turki, edt). Mestinya mereka menyatakan kepadanya ‘ya, boleh’ sehingga mereka tetap sebagai muslimin. Namun mereka menjawab ‘tidak, tidak boleh, haram’. Siapa yang berkata kepada kalian? Mereka memakai serban di kepala, lalu mengatakan ‘tidak boleh, haram’. Ataturk bertanya kepada mereka, “Apakah sama sekali tidak ada fatwa ulama yang menyatakan kita tetap sebagai kaum muslimin, dan pada saat yang sama kita memisahkan agama dari negara?’ Mereka menjawab, “Tidak, sama sekali tidak ada fatwa.

Sebagai seorang penguasa sekuler, Qaddafi menegaskan fungsi masjid terbatas membahas urusan pribadi; syurga, neraka, pahala, siksa, dan ibadah ritual. Adapun urusan politik, ekonomi, sosial, budaya, militer, dan aspek kehidupan masyarakat yang lainnya tidak boleh dibahas di masjid. Ia menekankan urusan awam adalah hak penguasa semata, sedangkan urusan private adalah urusan setiap hamba dengan Tuhannya. Dalam khutbah Jum’at di masjid Jado, 11 Juli 1980, Qaddafi mengatakan: “Pokok dari khutbah Jum’at adalah masyarakat meninggalkan kesibukan-kesibukan dunia dan masalah mereka di luar masjid, lalu mempergunakan waktu yang singkat untuk solat (Jum’at), mereka mendengarkan firman Allah tentang kematian, kehidupan, syurga, neraka, kebangkitan, perhitungan amal, dan balasan. Adapun masalah kehidupan harus dibahas di luar masjid.”

Mempermainkan Nabi SAW
  • Kebencian Qaddafi terhadap Nabi SAW dan sunnahnya tidak boleh ditutupi, bahkan ia mengumumkannya di depan awam dengan berbangga diri dan penuh keangkuhan. Tidak hairan apabila ia memerintahkan membakar kitab-kitab hadits dengan alasan kitab kuning yang telah usang dan ketinggalan zaman. Lebih dari itu, Qaddafi mengingkari As-sunnah sebagai sumber kedua ajaran Islam. Qaddafi mencampakkan kalender hijriyah. Sebagai gantinya, ia menetapkan sistem kalender baru yang dimulai dengan wafatnya Nabi SAW.

    Berdalih atas tindakannya itu, Qaddafi mengatakan, “Ada banyak peristiwa sejarah yang saya yakini lebih penting dari hijrah Nabi… di antaranya adalah kewafatan Nabi SAW. Wafatnya Rasul SAW setara dengan kelahiran Isa AS… Jika kita harus membuat kalender dengan berpandukan kepada peristiwa-peristiwa sejarah, maka yang lebih utama adalah dengan berpandukan kepada kewafatan Nabi SAW. Di antara peristiwa penting adalah kewafatan Nabi, sehingga kita boleh menetapkan kalender atau menuliskan untuk umat manusia suatu sejarah sampai setelah berlalu jutaan tahun, bahwasanya ada seorang rasul penutup para nabi yang wafat pada tahun sekian, atau telah berlalu kewafatannya sejak sekian tahun atau sekian abad.” (Khuthab wa Ahadits al-Qaid ad-Diniyah, hal. 290)

    Qaddafi juga menyatakan alasan  tersebut dengan mengatakan, “Jadi Umar bin Khatab adalah orang yang menyatakan ’Tahun ini tahun hijriyah’. Itu adalah pendapatnya pribadi. Namun kita juga punya pendapat sendiri. Kita berpendapat…kita boleh menyatakan bahawa peristiwa hijrah tidaklah memiliki arti sepenting itu. Hal yang lebih penting darinya adalah penaklukan Makkah. Dan yang lebih penting lagi adalah wafatnya Nabi SAW.”  (Khuthab wa Ahadits al-Qaid ad-Diniyah, hal. 300-301)
Sungguh ganjil. Wafatnya Rasulullah SAW dianggap sebagai mukjizat yang setara dengan keajaiban kelahiran nabi Isa AS. Siapakah yang merasa gembira dengan wafatnya Rasulullah SAW, sehingga merayakannya dan menjadikannya sebagai permulaan kalender? Tiada orang yang bergembira dan merayakan wafatnya Rasulullah SAW dengan cara seperti itu selain orang Yahudi, Nasrani, Majusi, dan musyrikin yang memendam kebencian terdalam terhadap diri Rasulullah SAW!

Rasulullah SAW bersabda, “Wahai manusia! Siapapun seorang mukmin yang ditimpa oleh sebuah musibah, maka hendaklah ia berbelasungkawa dengan musibah (kehilangan)ku sebagai ganti dari belasungkawanya karena kehilangan orang lain. Sesungguhnya tiada seorang pun dari umatku yang tertimpa musibah yang lebih berat dari musibah kehilanganku.” (HR. Ibnu Majah, disahihkan syaikh al-Albani dalam Shahih al-Jami’ ash-Shaghir no. 7879)

Mantan ibu asuh Nabi SAW, Ummu Aiman menangis di hadapan Abu Bakar dan Umar. Keduanya bertanya kepada Ummu Aiman tentang sebab ia menangis, maka ia menjawab, “Aku tidak menangisi pribadi beliau SAW, karena aku mengetahui balasan di sisi Allah lebih baik bagi Rasulullah SAW. Namun aku menangis karena wahyu Allah telah terputus (dengan meninggalnya Rasulullah SAW).” Maka Abu Bakar dan Umar ikut menangis. (HR. Muslim)

Mantan pembantu Nabi SAW, Anas bin Malik berkata, “Pada hari Rasulullah SAW tiba di Madinah, segala sesuatu bersinar terang. Namun pada hari beliau SAW wafat, segala sesuatu di Madinah menjadi gelap.” Anas berkata lagi, “Tangan-tangan kami telah selesai menimbun jenazah Nabi SAW, namun hati kami seakan mengingkari (kwafatan)nya.” (HR. Ibnu Majah dan Ahmad. Dinyatakan shahih oleh imam Ibnu Katsir dan syaikh al-Albani dalam Shahih Sunan Ibnu Majah no. 1631)

Penghinaan dan kebencian Qaddafi kepada Rasulullah SAW tidak berhenti sampai urusan sistem tarikh kalendar kontroversi ini. Dalam khutbahnya pada acara perayaan maulid Nabi SAW di masjid Maulaya Muhammad, ibukota Tripoli pada tanggal 19 Februari 1978, Qaddafi mengatakan: ”Jika aku mengatakan kepada kalian Rasulullah, maka kalian semua menjawab Shallallahu ‘alaihi wa salam. Namun jika aku mengatakan kepada kalian Allah, ternyata kalian tidak mengatakan apa-apa. Ini merupakan sebuah bentuk penghambaan (penuhanan Nabi SAW, edt) dan paganism yang kita jalani…Jika sekarang saya mengatakan Allah sebanyak seribu kali, ternyata keadaannya biasa saja. Namun ketika saya mengatakan Rasulullah, setiap orang di antara kita mengatakan Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Seakan-akan hal itu berarti kita lebih takut kepada Rasulullah melebihi takut kita kepada Allah. Atau seakan-akan kita merasakan Rasulullah lebih dekat kepada kita melebihi kedekatan Allah kepada kita. Ini sepenuhnya sama dengan orang-orang Masehi (Nasrani, edt) yang mengatakan: ‘Isa lebih dekat kepada kita daripada Allah’.

Di dalam Al-Qur’an tidak ada ayat yang menegaskan: ‘Sesungguhnya Nabi bersabda: Kalian wajib mengikuti semua ucapan yang aku katakan!’ Jika ada ayat seperti itu, maka dimana gerangan perkataan yang ia ucapkan selama 40 tahun sebelum diangkat menjadi nabi? Telah dipastikan bahwa ia juga berbicara sebelum diangkat menjadi nabi. Jika Nabi mengatakan ‘Ikutilah hadits (sabda)ku!’, maka itu artinya haditsnya akan diberlakukan sebagai pengganti dari Al-Qur’an. Namun secara terus-menerus ia menegaskan kewajiban berpegang teguh dengan Al-Qur’an semata. Seandainya ia menganggap suci haditsnya dan menempatkannya dalam kedudukan yang sangat urgen seperti Al-Qur’an, tentulah ia sudah membuat kitab lain yang akan menggantikan posisi Al-Qur’an.”katanya lagi


Qaddafi jelas-jelas mengingkari perintah Al-Qur’an dan hadits sahih kepada umat Islam untuk banyak membaca salawat atas Nabi SAW. Qaddafi juga secara terang-terangan menolak hadits Nabi SAW, dan mengingkari ayat-ayat Al-Qur’an, hadits-hadits Nabi SAW, dan ijma’ ulama yang memerintahkan berpegang teguh kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah, serta menempatkan As-sunnah sebagai sumber kedua ajaran Islam setelah Al-Qur’an.

Qaddafi juga mengingkari ayat-ayat Al-Qur’an, hadits-hadits shahih, dan ijma’ ulama yang menyatakan Nabi SAW diutus kepada seluruh umat manusia dan jin. Dalam pertemuan dengan para pensyarah universiti pada tanggal 9 Februari 1982, Qaddafi mengatakan, “Jasad bangsa Arab adalah nasionalisme Arab dan ruh mereka adalah Islam, karena Muhammad diutus kepada bangsa Arab semata! Al-Qur’an datang untuk bangsa Arab dan dengan bahasa Arab, ditujukan kepada bangsa Arab saja.Siapa pun orang selain bangsa Arab yang memeluk agama Islam, pada hakikatnya adalah sukarela saja (bukan wajib, edt). Urusannya terserah Allah, namun sebenarnya ia tidak dimaksudnya (sebagai objek dakwah Al-Qur’an dan Islam, edt).”

  • Dalam pertemuan Sekretariat Jendral Sementara Konferensi Internasional Bangsa-bangsa Islam pada tanggal 19 Desember 1989, Qaddafi mengatakan kebencian dan penghinaannya kepada Nabi SAW dan para sahabat. Qaddafi menyatakan, “Ketika para sahabat Rasul SAW menjadi para penguasa, maka mereka diinjak-injak dengan kaki dalam kapasiti mereka sebagai para penguasa awam. Utsman dibunuh dalam kedudukannya sebagai kepala negara republik atau raja. Umar dengan keadilannya menjadi seorang penguasa, dan menaklukkan Persia dan Romawi. Ali diperangi oleh kaum muslimin. Orang-orang terdekat, pengikut-pengikut, dan kawan-kawannya justru memisahkan diri darinya. Kenapa? Karena ia berambisi kekuasaan dan ingin menjadi kepala negara republik. Seandainya Muhammad SAW menjadi kepala negara republik, niscaya orang-orang akan meninggalkannya.”

     Bersambung, insya Allah…

    8 ulasan:

    Awanama berkata...

    Salam...

    Saya tidak tahu motif saudara memberitahu orang ramai benda yang mungkin saudara kurang jelas..

    1. Pertama, sumber saudara ni mungkin dari internet juga, maka kesahihannya tidaklah 100% dan mungkin dibuat oleh mereka yang anti Gaddafi atau freemason.

    2. Jika sumber saudara betul, ianya telah lama berlaku; tahun 1989 dan 1990 dll dan kemungkinan juga Gaddafi sudah bertaubat, jadi mengapa saudara mahu memaparkan keburukannya walaupun mungkin dia dah bertaubat?

    3. Jika benarlah, nabi SAW pernah bersabda, "Janganlah menceritakan keburukan orang yang telah mati kerana mungkin menyakiti manusia yang masih hidup". (Seperti Ikrimah r.anhu dan ayahnya Abu Jahal).

    4. Anda terfikir tak kemungkinan juga Gaddafi sudah diampunkan Allah sebelum dia mati, umpama Hajjaj si Penumpah Darah walaupun dia dah membunuh ramai sahabat dan tabiin?
    Sepatutnya kita kena doa Allah ampunkan dia sebab dia pun saudara kita dan umat Nabi SAW juga.

    Akhir sekali, saya harap awak bertaubat dan delete je artikel awak yang ini.

    Wassalam,
    Wan.
    mlshaharizuan@yahoo.com

    Pejuang Muda berkata...

    kalau bertaubat,buat apa selepas kematiannya ulama' mengharamkn solatnya???kenapa syeikh yusuf qardhawi memberi fatwa halal membunuhnya???

    Rishhana berkata...

    Salam blogger tentera Islam.

    saya tidak kenal Muammar Qaddafi.
    tapi jangan lupa tulisan saudara ini hanya atas agakan sahaja.

    (kalau bertaubat,buat apa selepas kematiannya ulama' mengharamkn solatnya???kenapa syeikh yusuf qardhawi memberi fatwa halal membunuhnya??? )

    Ulamak kah yg menentukan Solat Qaddafi tu haram?

    Siapa kita nak tentukan perihal orang itu.
    benarkah catatan saudara tentang Qaddafi nie?
    adakah kajian menyeluruh.

    so harap jangan guna nama website tenteraislam sebagai pendokong untuk saudara menyampaikan agenda yang merosakkan minda orang lain.

    Kenal diri tidak bermaksud saudara boleh hentam semua orang.

    salam dari saya

    Rishhana berkata...

    http://www.abovetopsecret.com/forum/thread767009/pg2

    banyak membaca skit pembincangan kat link tu yer.


    kita orang Islam.
    jangan kita ambil perkara memfitnah orang lain itu sesuatu yang mudah.
    saya tak kata Qaddafi salah.
    tapi saya katakan kita tidak perlu menunding jari pada orang lain.

    Tapi saya suka satu watak Qaddafi.
    Qaddafi berjanji tidak akan tinggalkan Libya.
    Walaupun ramai orang nak larikan dia dari Libya.
    Algeria dan Niger pun sanggup lindungi Qaddafi.
    Tapi dia tetap dengan pendirian dia.
    Itulah dikatakan pejuang.
    Dengan nama Blog TenteraIslam.
    Saudara sendiri tahu kan..
    Lari dari perang itu hukumnya Apa?

    Adakah Qaddafi lari dari perang?
    walaupun nyawanya terancam,,,,,

    Allah Maha Berkuasa.
    yang menerima taubat Qaddafi tu bukan saudara atau ulamak.
    Tapi Allah,....

    So bagaimana saudara nak kenal diri.
    jika yang dalam masih meratah hati dengan nafsu amarah.....
    wallahhualam

    Pejuang Muda berkata...

    kalau tuan bertanya tentang Ulamak kah yg menentukan Solat Qaddafi tu haram?
    YA,memang ulama' la yang bleh mengeluarkn fatwa dan membuat ijtihadnya..kita org awam,ulama' la ikutan kita selepas ketiadaan nabi...

    adakah bila tidak lari berperang menandakan dia di pihak yang benar??itu ukurannya??

    Awanama berkata...

    coba saudara pejuang muda buka link berikut dan baca artikelnya!!!!!!!!!!!!!
    http://abisyakir.wordpress.com/2011/02/22/ada-apa-dengan-syaikh-al-qaradhawi/

    Awanama berkata...

    coba saudara pejuang muda buka link berikut dan baca artikelnya!!!!!!!!!!!!!
    http://abisyakir.wordpress.com/2011/02/22/ada-apa-dengan-syaikh-al-qaradhawi/

    Awanama berkata...

    ini juga ya pejuang muda!!
    http://www.republika.co.id/berita/breaking-news/internasional/11/02/25/166199-catatan-mahasiswa-indonesia-di-tripoli-berita-bohong-demonstrasi-libya

    http://luar-negeri.kompasiana.com/2011/02/22/detik-detik-menegangkan-di-libya-catatan-harian/

    jadilah pemuda yang berfikir positif.............. carilah kebenaran wahai prjuang..

    klik!!